Kilau Harga Emas Mentereng di Tengah Konflik AS-Israel dengan Iran

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Kilau Harga Emas Mentereng di Tengah Konflik AS-Israel dengan Iran

Eko Nordiansyah • 2 March 2026 08:05

Chicago: Harga emas melonjak lebih dari dua persen dalam perdagangan Asia pada Senin, 2 Maret 2026, karena investor berbondong-bondong ke aset safe-haven setelah AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi negara itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Dilansir dari Investing.com, harga emas spot naik 2,1 persen menjadi USD5.387,55 per ons, mencapai level tertinggi sejak akhir Januari. Kontrak Berjangka Emas AS naik 2,8 persen menjadi USD5.394,91.

Pasar bereaksi terhadap eskalasi yang belum pernah terjadi sebelumnya di Timur Tengah. Pembunuhan tokoh paling berpengaruh di Iran meningkatkan kekhawatiran akan konflik regional yang lebih luas dan potensi gangguan terhadap pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, jalur energi global yang sangat penting.

Pasukan Israel melancarkan gelombang serangan baru ke Teheran pada hari Minggu, dengan rudal dan pesawat menargetkan infrastruktur komando dan pertahanan udara. Teheran menanggapi dengan serangan rudal lebih lanjut ke wilayah Israel dan pangkalan AS di Teluk.

Baca Juga :

Kontrak Berjangka Wall Street Merosot Imbas Konflik AS-Iran


(Ilustrasi. Foto: Unplash)
 

Permintaan emas melonjak

Guncangan geopolitik tersebut memicu pergerakan klasik "risk-off" di pasar, dengan saham merosot dan harga minyak mentah melonjak, memperkuat permintaan emas sebagai penyimpan nilai.

"Mencoba mengukur sejauh mana pergerakan itu jelas cukup sulit, meskipun saya akan menandai USD5.400 per ons diikuti oleh rekor tertinggi akhir Januari di USD5.595 per ons sebagai level kunci yang perlu diperhatikan ke arah atas," kata Strategis Riset Senior di Pepperstone Michael Brown.

“Perkembangan akhir pekan ini memperkuat argumen fundamental yang kuat untuk emas, yang akan tetap menjadi penerima manfaat dari arus masuk aset aman di dunia yang semakin tidak pasti, dengan permintaan ritel dan cadangan yang besar juga memberikan dorongan positif,” katanya.

Brown juga melihat potensi pergerakan menuju angka USD6.000 per ons pada akhir tahun.

Harga emas telah naik hampir 25 persen tahun ini, didukung oleh risiko geopolitik, pembelian bank sentral, dan taruhan pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve.

Di antara logam mulia lainnya, harga perak naik 1,3 persen menjadi USD95,15 per ons, sementara platinum naik 0,3 persen menjadi USD2.396,11 per ons.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)