Ilustrasi - Kondisi perairan laut di wilayah pesisir Kota Kupang, Pulau Timor, NTT. (ANTARA/Yoseph Boli Bataona)
Waspada! BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Perairan NTT
Whisnu Mardiansyah • 2 March 2026 10:56
Kupang: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang laut dengan ketinggian mencapai empat meter di sejumlah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT). Peringatan ini berlaku mulai Senin, 2 Maret hingga Kamis, 5 Maret 2026.
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Yandri Anderudson Tungga mengatakan ketinggian gelombang laut tersebut harus diwaspadai oleh para pelaku pelayaran, terutama kapal logistik dan nelayan, guna meminimalkan risiko kecelakaan laut.
Ia menjelaskan gelombang dengan ketinggian 2,5 hingga 4,0 meter berpeluang terjadi di sejumlah titik. Wilayah yang perlu diwaspadai meliputi Selat Sape bagian Selatan, perairan Selatan Flores, perairan Selatan Alor-Pantar, Selat Sumba bagian Barat, Laut Sawu, Selat Ombai, perairan Selatan Sumba, perairan Utara Sabu-Raijua, perairan Selatan Sabu-Raijua, perairan Utara Timor, perairan Utara Kupang-Rote, serta perairan Selatan Timor-Rote.
"Pola angin di wilayah NTT umumnya bergerak dari Barat Daya menuju Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 8-40 knot," kata Yandri di Kupang seperti dilansir Antara, Senin, 2 Maret 2026.
Kecepatan angin tersebut, kata dia, berpotensi meningkatkan gelombang laut di wilayah perairan NTT. Untuk itu, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini dan mengingatkan para pengguna perahu nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
(1).jpg)
Ilustrasi Gelombang Tinggi Medcom.id
"Operator kapal tongkang juga diimbau untuk waspada apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter," katanya.
Sementara itu, nahkoda kapal feri diminta meningkatkan kewaspadaan apabila kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.
“Waspada juga terhadap awan kumulonimbus yang dapat meningkatkan tinggi gelombang secara perubahan arah dan kecepatan angin secara signifikan dan tiba-tiba,” kata dia.