Bangunan rumah warga rusak diakibatkan bencana pergerakan tanah di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. ANTARA/HO-BNPB
47 Rumah di Tasikmalaya Terancam Rusak Akibat Pergerakan Tanah
Silvana Febiari • 19 February 2026 14:05
Tasikmalaya: Puluhan rumah warga terancam rusak akibat gerakan tanah yang terjadi di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Pasalnya, fenomena tersebut menyebabkan pergeseran struktur tanah dan berdampak pada pemukiman warga.
Berdasarkan hasil peninjauan lapangan yang diterima Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ditemukan sedikitnya 47 unit rumah warga yang terancam jika pergerakan tanah kembali terjadi.
"47 kepala keluarga (KK) yang berada dalam zona rawan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gerakan tanah susulan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, dikutip dari Antara, Kamis, 19 Februari 2026.
Baca Juga :
Abdul mengatakan gerakan tanah terjadi di Desa Sirnajaya, Kecamatan Karangjaya. Peristiwa tersebut pertama kali terjadi setelah wilayah itu diguyur hujan dengan intensitas tinggi sekitar pukul 03.00 WIB, Senin, 16 Februari 2026.
Pusat pengendalian operasi (Pusdalops) BNPB mencatat sudah ada lima rumah yang rusak. Rinciannya, dua unit rumah rusak berat dan tiga unit lainnya rusak ringan. Proses evakuasi sekaligus pendataan jumlah warga yang terdampak masih berlangsung.

Ilustrasi pergerakan tanah. (MGN/Apit Haeruman)
Merespons kerentanan tersebut, Abdul memastikan tim reaksi cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya melakukan pendampingan melekat. Tujuannya untuk memastikan keselamatan dan menjamin kebutuhan dasar warga terdampak.