Strategi Ekspansi Gerai Perkuat Akses Layanan Farmasi Nasional

Suasana seminar kesehatan membahas stunting. Foto: dok Apotek K24.

Strategi Ekspansi Gerai Perkuat Akses Layanan Farmasi Nasional

Ade Hapsari Lestarini • 29 July 2026 19:07

Jakarta: Apotek K-24 memperluas jaringan bisnisnya dengan berekspansi 17 gerai baru di berbagai daerah. Ekspansi tersebut membuat jaringan perusahaan kini mencapai lebih dari 889 gerai yang tersebar di 172 kota dan kabupaten di 29 provinsi.

Peresmian gerai baru dilakukan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Apotek K-24. Pusat kegiatan berlangsung di gerai Apotek K-24 Van Bekkum, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Founder sekaligus Direktur Utama Apotek K-24, Gideon Hartono, mengatakan perluasan jaringan menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kefarmasian.

"Saat ini Apotek K-24 telah hadir di lebih dari 880 gerai di 172 kota dan kabupaten pada 29 provinsi. Kami berharap dapat terus menjangkau lebih banyak wilayah, termasuk daerah kepulauan di Nusa Tenggara Timur," ujar Gideon, dalam keterangan tertulis, Rabu, 29 Juli 2026.

Menurut dia, perluasan jaringan tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan ketersediaan obat-obatan, tetapi juga memperkuat layanan farmasi yang beroperasi selama 24 jam.


Pemantauan skrining kesehatan anak. Foto: dok Apotek K24.
 

Pencegahan stunting


Selain melakukan ekspansi, Apotek K-24 menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) melalui Festival Sehat Ceria si Kecil yang berfokus pada pencegahan stunting.

Program tersebut mencakup penyaluran bantuan nutrisi kepada 1.500 balita pre-stunting, terdiri atas 1.000 balita di Kupang dan 500 balita di Labuan Bajo. Kegiatan juga diisi edukasi mengenai pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), skrining tumbuh kembang anak, serta konsultasi kesehatan.

Program tersebut dijalankan bersama PT Sarihusada Generasi Mahardika dan PT Nestlé Indonesia.

Mewakili Pemerintah Provinsi NTT, Kepala DP3AP2KB NTT, drg. Iien Adriany, mengatakan kolaborasi pemerintah dan sektor swasta diperlukan untuk mempercepat penurunan angka stunting.

"Kami mengapresiasi kolaborasi Apotek K-24 bersama Sarihusada yang menghadirkan Festival Sehat Ceria si Kecil sebagai bentuk dukungan nyata terhadap percepatan penurunan stunting di Nusa Tenggara Timur. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, tenaga kesehatan, dan masyarakat merupakan kunci dalam menciptakan generasi yang lebih sehat," ujarnya.

Senada, Wakil Bupati Manggarai Barat dr. Yulianus Weng menilai keberadaan Apotek K-24 mendukung akses masyarakat terhadap layanan kefarmasian sekaligus memperkuat upaya pemerintah di bidang kesehatan masyarakat.

(Ade Hapsari Lestarini)