KM Sinabung Gantikan KM Labobar Layani Rute Surabaya-Fakfak

KM Labobar saat singgah menurunkan dan menaikan penumpang di Pelabuhan Fakfak, Papua Barat. KM Labobar tengah menjalani perawatan rutin tahunan di Cilegon, Banten dan untuk sementara digantikan oleh KM Sinabung. ANTARA/Istimewa.

KM Sinabung Gantikan KM Labobar Layani Rute Surabaya-Fakfak

Whisnu Mardiansyah • 29 July 2026 17:31

Fakfak: PT Pelni (Persero) mengerahkan Kapal Motor (KM) Sinabung untuk melayani jalur pelayaran menuju Fakfak, Papua Barat, sebagai pengganti sementara KM Labobar yang tengah menjalani perawatan tahunan (docking) sepanjang Agustus 2026.

Kepala Cabang PT Pelni Fakfak, Agus Zuldi Hermawan, menyampaikan KM Labobar saat ini sedang menjalani docking rutin tahunan di PT Samudera Marine Indonesia, Cilegon, Banten, terhitung sejak 23 Juli 2026. Kapal tersebut terakhir kali berlayar ke Fakfak pada 16 Juli 2026.

"KM Labobar akan kembali berlayar melayani rute Fakfak setelah seluruh proses pengerjaan selesai. Untuk pengganti sementara, Pelni menyiapkan KM Sinabung yang akan singgah di Fakfak pada 9 Agustus 2026," kata Agus saat dihubungi dari Timika, seperti dilansir Antara, Rabu, 29 Juli 2026.

Rute pelayaran KM Sinabung dimulai dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, kemudian menyambangi Makassar, Bau-Bau, Ambon, Banda, Tual, Dobo, Kaimana, Fakfak, dan kembali ke jalur sebaliknya.

Agus mengungkapkan minat masyarakat Fakfak terhadap diskon tarif 30 persen pada masa liburan sekolah periode Juni-Juli lalu sangat tinggi. Seluruh kuota diskon ludes terjual, bahkan Pelni mengajukan tambahan kuota untuk kelas non seat dengan fasilitas matras atau alas tidur akibat lonjakan permintaan.
 


"Saat musim ramai kemarin itu kuota diskon 30 persen seluruhnya terjual habis. Bahkan kami mengajukan penambahan kuota untuk non seat dengan fasilitas matras atau alas tidur karena permintaan sangat tinggi," ujarnya.

Selain KM Labobar, Pelni mengerahkan sejumlah kapal lain untuk melayani rute ke Fakfak menuju berbagai kota di wilayah barat Indonesia maupun antar kota di Papua, seperti KM Tatamailau, KM Sangiang, KM Umsini, serta tiga kapal perintis Sabuk Nusantara 42, Sabuk Nusantara 75, dan Sabuk Nusantara 96.

Agus berpesan agar calon penumpang membeli tiket resmi melalui aplikasi Pelni Mobile atau situs resmi, tidak membeli dari calo, serta memastikan identitas yang tertera sesuai. Penumpang juga diminta mengecek kode booking tiket di situs resmi Pelni untuk menghindari tiket palsu.

Hingga saat ini, layanan kapal PT Pelni termasuk kapal perintis di Pelabuhan Fakfak berjalan lancar tanpa ada laporan gangguan atau tindak kriminalitas.



Ilustrasi. Foto: Dok istimewa


Pelni Fakfak bersama PT Pelindo setempat terus berupaya meningkatkan kualitas layanan penumpang, termasuk pengoperasian fasilitas pemindaian x-ray bagi penumpang yang berangkat. Ke depan, direncanakan pula pemugaran terminal dan pengaspalan jalan pelabuhan.

Fasilitas x-ray digunakan untuk memeriksa setiap penumpang dan barang bawaannya guna mencegah masuknya narkoba, benda tajam, atau minuman keras ke atas kapal. Jika ditemukan barang terlarang, petugas akan menahannya dan berkoordinasi dengan aparat kepolisian.

"Apakah penumpang itu bawa narkoba, benda tajam atau minuman keras. Kalau dapat itu, kami tahan barang itu tidak boleh naik di atas kapal. Kami juga berkoordinasi dengan pihak berwajib. Kalau penumpang turun juga kita kontrol dan mereka juga sudah dicek di pelabuhan asal," ujarnya.

(Whisnu M)