Ilustrasi Musim Kemarau. Foto: MI/Amirudin.
BMKG Tegaskan Kemarau Dominasi Wilayah Indonesia, Waspada Kekeringan 10 Hari ke Depan
Atalya Puspa • 18 August 2026 09:14
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut sebagian besar wilayah Indonesia didominasi cuaca relatif kering, seiring meluasnya musim kemarau. Kondisi tersebut dipengaruhi El Nino yang berada pada intensitas sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif.
BMKG mencatat pada dasarian atau 10 hari pertama pertama Agustus 2026, sebanyak 535 Zona Musim (ZOM) atau 76,5 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau. Curah hujan kategori rendah juga mendominasi 90,79 persen wilayah, sedangkan 87,28 persen wilayah mengalami curah hujan di bawah normal.
"Curah hujan rendah, kurang dari 50 milimeter per dasarian, berpeluang mendominasi sebagian besar Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua," ungkap BMKG dalam keterangan resmi, Selasa, 18 Agustus 2026.
BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai dampak musim kemarau, termasuk cuaca panas, kekeringan, dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Masyarakat diminta menjaga kecukupan cairan tubuh, menggunakan pelindung atau tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan, serta menghemat penggunaan air.

Ilustrasi kekeringan. Foto: Metro TV.
Masyarakat juga diingatkan tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar, terutama di kawasan yang mudah terbakar seperti lahan gambut, semak belukar, dan hutan.
Di sisi lain, hujan lokal yang disertai petir dan angin kencang masih mungkin terjadi. BMKG meminta masyarakat mengantisipasi potensi pohon tumbang, baliho roboh, genangan, dan sambaran petir saat cuaca buruk.