Venezuela Dorong Reformasi Industri Minyak untuk Tarik Investor Asing

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Venezuela Dorong Reformasi Industri Minyak untuk Tarik Investor Asing

Eko Nordiansyah • 16 January 2026 14:15

Caracas: Presiden interim Venezuela Delcy Rodríguez menyerukan persetujuan rencana reformasi industri minyak untuk menarik investasi asing dan memulihkan perekonomian negara.

Dalam laporan tahunannya kepada legislatif pada Kamis, 15 Januari 2026, Rodríguez menekankan reformasi ini akan meningkatkan lingkungan operasi industri minyak dan kapasitas kerja sama luar negeri.

Rodríguez mengungkapkan produksi minyak Venezuela mencapai 1,2 juta barel pada Desember 2025. Pendapatan dari ekspor minyak akan dialokasikan terutama untuk mendukung sistem kesehatan publik, pembangunan ekonomi, dan proyek infrastruktur.

"Venezuela saat ini berada di titik balik penting, dan pemerintah akan mengeksplorasi cara pertukaran mata uang asing yang lebih pragmatis dan beragam," jelasnya, dikutip dari Xinhua, Jumat, 16 Januari 2026.



(Ilustrasi. Foto: Freepik)

Strategi diplomasi dan pemulihan ekonomi

Di tengah tekanan ekonomi dan sanksi internasional, Rodríguez menekankan pentingnya hubungan saling menghormati dengan semua pihak, termasuk Amerika Serikat. Pernyataan ini mencerminkan upaya Venezuela membuka ruang dialog dan kerja sama ekonomi di tengah isolasi finansial yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Reformasi industri minyak diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan investor asing, yang sebelumnya banyak meninggalkan Venezuela akibat ketidakstabilan kebijakan dan sanksi AS. Sektor minyak menyumbang lebih dari 90 persen pendapatan ekspor negara, sehingga revitalisasi di bidang ini menjadi kunci pemulihan ekonomi nasional.

Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, namun produksinya anjlok dari puncak 3,2 juta barel per hari pada awal 2000-an akibat kurangnya investasi, korupsi, dan sanksi AS. Rencana reformasi ini perlu diikuti dengan perbaikan tata kelola, transparansi, dan kepastian hukum agar mampu menarik kembali perusahaan energi global. (Muhammad Adyatma Damardjati)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)