Tekan Gas Metana di Bantargebang, Pramono Genjot Pengolahan Sampah Jadi Energi

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metro TV/Alvi.

Tekan Gas Metana di Bantargebang, Pramono Genjot Pengolahan Sampah Jadi Energi

Muhammad Alvi Randa • 6 May 2026 22:18

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyiapkan percepatan pengolahan sampah menjadi energi di TPST Bantargebang untuk menekan emisi metana. Langkah ini merespons sorotan terhadap tingginya emisi dari kawasan tersebut.

“Saya sudah menyetujui agar di Bantargebang segera dibangun pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) dan pengolahan sampah menjadi bahan bakar,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, 6 Mei 2026.

Pemprov DKI Jakarta akan mengembangkan tiga skema pengolahan sampah di Bantargebang. Pemerintah menyiapkan fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF), pengolahan sampah menjadi bahan bakar (fuel), dan pembangkit energi listrik.

Pramono menyebut timbunan sampah di Bantargebang telah mencapai sekitar 55 juta ton. Ia meyakini pengolahan terintegrasi dapat mengurangi emisi metana yang selama ini dihasilkan.

“Kalau itu bisa dilakukan, pasti akan mengurangi banyak metana yang sudah tertimbun lama di sana,” tegas Pramono. 

Pemprov DKI Jakarta juga mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah di wilayah lain. Pemerintah menargetkan pembangunan tiga PLTSa untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah.

Ilustrasi sampah. Foto: Medcom.id.

Selain itu, kapasitas fasilitas pengolahan di Rorotan terus ditingkatkan. Saat ini, fasilitas tersebut mampu mengolah sekitar 750 ton sampah per hari.

Pramono menegaskan peningkatan kapasitas harus dibarengi perbaikan infrastruktur. Pemerintah memastikan pengelolaan sampah tidak menimbulkan dampak negatif bagi warga.

Ia juga menekankan penanganan persoalan sampah menjadi tanggung jawab bersama. Pemprov DKI Jakarta optimistis langkah ini dapat menekan emisi dan meningkatkan kualitas lingkungan di ibu kota.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)