Mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra bebas bersyarat. Foto: The Bangkok Post
Bebas Bersyarat, Mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra Masih Dinantikan Pendukung
Dimas Chairullah • 11 May 2026 20:31
Bangkok: Mantan Perdana Menteri Thailand yang sangat berpengaruh, Thaksin Shinawatra, akhirnya kembali menghirup udara bebas.
Miliarder berusia 76 tahun tersebut resmi dibebaskan secara bersyarat pada hari Senin setelah mendekam di balik jeruji besi selama sekitar delapan bulan.
Berdasarkan laporan TRT World, Senin, 11 Mei 2026, Thaksin terlihat keluar dari Penjara Pusat Klong Prem, Bangkok, sekitar pukul 07.40 waktu setempat. Tampil dengan kemeja putih sederhana dan rambut yang dipangkas pendek, ia langsung disambut hangat oleh kerumunan anggota keluarganya.
Sang putri, Paetongtarn Shinawatra, yang dicopot dari jabatan perdana menteri oleh pengadilan pada Agustus lalu, turut hadir menjemputnya.
Suasana di luar penjara terpantau riuh. Ratusan pendukung setianya telah memadati area tersebut sejak dini hari. Mereka tak henti-hentinya meneriakkan yel-yel "kami mencintai Thaksin" saat mantan pemimpin kharismatik itu menyapa mereka. Pembebasan bersyarat ini diberikan setelah Thaksin merampungkan sekitar dua pertiga dari masa hukumannya.
Jejak hukum dan politik Thaksin penuh dengan dinamika. Setelah 15 tahun hidup di pengasingan, ia memutuskan kembali ke Thailand pada tahun 2023 untuk menghadapi vonis delapan tahun penjara terkait kasus konflik kepentingan dan penyalahgunaan kekuasaan semasa menjabat sebagai PM pada periode 2001-2006. Hukuman tersebut kemudian mendapat grasi dari Raja Thailand sehingga dipangkas menjadi hanya satu tahun.
Namun, kontroversi mencuat saat Thaksin tercatat hanya menghabiskan beberapa jam di dalam sel penjara sebelum akhirnya dipindahkan ke bangsal VIP rumah sakit dengan alasan masalah jantung.
Pada September tahun lalu, Mahkamah Agung Thailand turun tangan dan memutuskan bahwa Thaksin harus kembali menjalani sisa hukumannya di penjara. Pengadilan menyimpulkan bahwa ia dan tim dokternya sengaja memanipulasi dan memperpanjang masa rawat inap melalui prosedur operasi yang tidak perlu demi menghindari kurungan.
Meskipun sukses mendominasi panggung politik Thailand selama seperempat abad terakhir, cengkeraman politik Thaksin belakangan ini dinilai mulai memudar secara signifikan.
Pudarnya pengaruh tersebut tecermin dari kinerja pemilu terburuk sepanjang sejarah yang dicatatkan oleh Partai Pheu Thai, partai yang pernah dipimpinnya pada awal tahun ini. Sementara itu, sebagai syarat pembebasannya, Thaksin kini diwajibkan memakai alat pemantau elektronik di pergelangan kakinya selama sisa masa hukumannya.