Laga Persib vs Persija di Stadiong Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada November 2025. Antara.
Alasan dan Kronologi Laga Persija Vs Persib Pindah ke Samarinda
Arga Sumantri • 7 May 2026 12:04
Jakarta: Laga panas Persija Jakarta melawan Persib Bandung pada pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026 resmi dipindahkan ke Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu, 10 Mei 2026. Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menyampaikan pengumuman tersebut pada, Rabu, 6 Mei 2026, atau H-4 sebelum pertandingan dimulai.
"Liga akhirnya memutuskan pertandingan akan digelar di Kalimantan Timur, tepatnya di Samarinda. Waktunya tetap sama, yaitu tanggal 10 Mei, jamnya 15.30 WIB," kata Ferry saat menyampaikan hasil rapat antara I.League, Persija, dan pihak kepolisian kepada awak media di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 6 Mei 2026.
Beragam spekulasi beredar terkait pemindahan venue pertandingan ini. Lantas, bagaimana cerita lengkapnya?
Alasan pemindahan stadion
Ferry Paulus menjelaskan pembatalan izin pertandingan yang akan digelar di Jakarta pada Minggu, 10 Mei 2026 dilakukan atas pertimbangan keamanan. Selain alasan keamanan, kepadatan agenda di Jakarta sepanjang Mei turut mempengaruhi pertimbangan pemindahan laga Persija versus Persib."Seperti yang teman-teman ketahui, bulan Mei merupakan bulan dengan banyak agenda, yang dikhawatirkan dapat menimbulkan hal-hal di luar kepentingan atau kondisi yang diharapkan. Karena Jakarta merupakan kota metropolitan, kami telah mencoba mencari berbagai alternatif lokasi, termasuk di sejumlah stadion lain di Pulau Jawa. Namun, situasinya dinilai belum memungkinkan untuk menggelar pertandingan tersebut," Kata Ferry Paulus.
Ferry menilai pemindahan lokasi pertandingan Persija melawan Persib ke Stadion Segiri merupakan jalan keluar yang terbaik agar pertandingan tersebut tetap dimainkan pada tanggal sesuai jadwal. I.League juga telah mencoba mencari opsi alternatif dengan memindahkan laga Persija vs Persib ke stadion lain di Pulau Jawa. Tetapi menurut Ferry, situasinya belum memungkinkan karena klub-klub lain di Jawa juga bertanding pada waktu yang hampir bersamaan dengan Derbi Indonesia.
Selain di Jawa, opsi lainnya adalah Bali. Namun, opsi ini batal karena Bali United memainkan laga pekan ke-32 melawan Borneo FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta pada Senin, 11 Mei 2026, pukul 19.00 WIB, atau satu hari setelah laga Persija melawan Persib.
"Regulasi kita melarang untuk berhimpitan bertanding di satu stadion di hari yang berbeda. Nah, di Kalimantan Timur tidak ada pertandingan lain selain pertandingan yang akan kita gelar antara Persija dan Persib," jelas Ferry.
Ferry menegaskan laga ini tetap dapat dihadiri oleh suporter tim tuan rumah yang nantinya dapat memadati Stadion Segiri yang berkapasitas sekitar 13 ribu penonton. Namun, suporter tim tamu tetap dilarang datang ke stadion.
Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persija Ferry Indra Sjafrie mendapatkan informasi dari mengenai adanya kekhawatiran gangguan keamanan pascaperayaan Hari Buruh pada 1 Mei.
"Tadi sudah dibilang ya bahwa setelah May Day ada indikasi akan ada lagi, kemungkinan mereka khawatir seperti itu," ujar Ferry Indra.
"Kemarin ada kejadian di Bandung, ada seratus orang lebih yang ditangkap. Mungkin dari hasil interogasi itu mereka menganggap bahwa Jakarta rawan," tambah Bung Ferry, sapaannya.

Ketua panitia pelaksana pertandingan Persija Jakarta Ferry Indrasjarief saat ditemui awak media di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2026). ANTARA/Nadia Putri Rahmani
Kronologi pemindahan laga Persija Vs Persib ke Samarinda
Bung Ferry kemudian menyampaikan keputusan ini kepada I.League selaku operator liga. Sebelum diputuskan untuk digelar di Samarinda, kata Bung Ferry, pengelola liga menyediakan dua opsi, yaitu di Jepara atau Surabaya. Ia kemudian memilih Surabaya karena kemudahan akses dari Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo.Setelah memilih Surabaya, Ferry berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk panitia pelaksana laga Persebaya Surabaya hingga Bonek Mania. Seluruhnya menyatakan kesiapan untuk membantu terselenggaranya laga Persija melawan Persib di Kota Pahlawan.
Namun, pilihan untuk bermain di Surabaya dibatalkan. Alasannya, jika masih dimainkan di Pulau Jawa, pertandingan harus digelar tanpa penonton.
Pilihan venue selanjutnya beralih ke Bali. Namun, Stadion Kapten I Wayan Dipta tidak dapat dipakai karena digunakan oleh tim tuan rumah Bali United untuk menjamu Borneo FC satu hari setelah laga Persija melawan Persib. Regulasi melarang jadwal penggunaan stadion berdekatan. Dari sini, opsi Stadion Segiri pun muncul.
"Saya tanya sama pihak Bali, 'Kalian tanding sama siapa?' Tanding sama Borneo. Oh, berarti Borneo tidak dipakai stadionnya? Itulah kemudian pertimbangannya, saya coba izin untuk kontak Borneo," katanya.
Pihak Borneo FC dan kepolisian setempat pun mengizinkan laga berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda. "Itu sejarahnya kita akhirnya menetapkan di Samarinda," ujar dia.
Bung Ferry mengaku kecewa dan mengalami kerugian akibat pemindahan venue laga kandang ini ke Samarinda. Selain dari segi finansial, suporter The Jakmania kembali tidak dapat menyaksikan tim kesayangannya bertanding melawan Persib di Jakarta selama tujuh tahun terakhir.
Terakhir kali Persija melawan Persib di Jakarta adalah pada tahun 2019, yang berakhir dengan skor 1-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
"Kami kecewa sekali, tetapi memang sepertinya harus dipikirkan ke depannya. Kita harus buat jadwal di mana pertandingan Persija-Persib itu jangan pada bulan-bulan krusial seperti ini," kata Bung Ferry.