Gunung Bur Ni Telong di Kabupaten Bener Meriah, Aceh. ANTARA/HO-Badan Geologi
Aktivitas Gunung Bur Ni Telong Menurun, Radius Bahaya Diperkecil
Lukman Diah Sari • 3 June 2026 13:06
Jakarta: Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkecil radius zona rekomendasi aman bagi masyarakat dan pendaki di sekitar kawah aktif Gunung Bur Ni Telong, di Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Plt Kepala Badan Geologi, Lana Saria mengatakan bahwa keputusan penurunan radius bahaya tersebut diambil setelah mengevaluasi tren penurunan aktivitas kegempaan vulkanik dalam kurun waktu setengah bulan terakhir.
"Tingkat aktivitas Gunung Bur Ni Telong masih ditetapkan pada Level II /Waspada, namun dengan radius bahaya yang diperkecil," kata dia, melansir Antara, Rabu, 3 Juni 2026
Lana menjabarkan melalui rekomendasi terbaru per 1 Juni 2026, masyarakat maupun wisatawan dilarang mendekati area kawah aktif dalam radius dua kilometer, lebih rendah dari ketentuan sebelumnya yang mencapai tiga kilometer.
.jpg)
Pendaki Gunung Bur Ni Telong di Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Foto: Istimewa
Berdasarkan rekaman instrumental, penurunan jarak aman ini didorong oleh merosotnya intensitas gempa vulkanik-dalam (VA) dari yang semula rata-rata enam kejadian per hari, menjadi hanya tiga kejadian per hari sejak pertengahan Mei 2026.
Kendati demikian, otoritas geologi menegaskan potensi ancaman sekunder masih tetap ada dari gunung api setinggi 2.624 meter di atas permukaan laut (dpl) tersebut. Potensi ancaman itu berupa erupsi freatik mendadak tanpa gejala kegempaan, serta pelepasan gas-gas vulkanik beracun di sekitar area tembusan solfatara dan fumarol.
Hingga saat ini, pemantauan intensif berkala terus dilakukan melalui Pos Pengamatan Gunung Api Bur Ni Telong di Desa Serule Kayu, Kecamatan Bukit, Aceh guna mengantisipasi fluktuasi pasokan magma ataupun potensi gempa terasa di masa mendatang.