AHY Dorong Diaspora Berperan Langsung dalam Percepatan Program Strategis Nasional

Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam pertemuan dengan Dubes RI untuk Rusia, Jose A.M. Tavares, dan komunitas diaspora di Moskow. Foto: Istimewa.

AHY Dorong Diaspora Berperan Langsung dalam Percepatan Program Strategis Nasional

Anggi Tondi Martaon • 2 June 2026 23:15

Jakarta: Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mendorong diaspora Indonesia di Rusia berperan langsung dalam membantu merealisasikan sejumlah program pemerintah. Sebab, realisasi program strategis nasional butuh dukungan seluruh pihak.

Hal itu disampaikan AHY dalam pertemuan dengan Duta Besar RI untuk Rusia, Jose A.M. Tavares, dan komunitas diaspora di Moskow, Minggu, 31 Mei 2026. Dalam pemaparannya, AHY merinci sejumlah program strategis yang memerlukan percepatan.

"Fokus utamanya mencakup pembangunan Giant Sea Wall di Pantai Utara Jawa dengan nilai investasi mencapai USD80 miliar," kata AHY melalui keterangan tertulis, Selasa, 2 Juni 2026.

Program strategis lainnya yang membutuhkan percepatan yaitu pembangunan 3 juta rumah. Lalu, pengembangan jaringan perkeretaapian lintas pulau berbasis Transit Oriented Development (TOD).

Program pendukung lainnya meliputi penataan permukiman nelayan melalui Gerakan Indonesia ASRI, penguatan ketahanan air, serta penerapan penuh kebijakan jalan, zero over dimension over load (ODOL) pada 2027.

Untuk merealisasikan dan memaksimalkan dampak ekonomi dari sejumlah program tersebut, AHY menyampaikan bahwa pemerintah mengajak diaspora untuk mengoptimalkan peran mereka. WNI di Rusia dapat bertindak sebagai mitra distribusi dan penghubung bisnis riil untuk memperluas jaringan.

Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama Dubes RI untuk Rusia, Jose A.M. Tavares, dan komunitas diaspora di Moskow. Foto: Istimewa.

Selain itu, eks Menteri ATR/Kepala BPN itu menyebut bahwa pemerintah Indonesia tengah memacu ekspor produk perikanan, kopi, rempah-rempah, dan hasil maritim ke pasar Rusia. Diaspora didorong untuk membentuk asosiasi pengusaha yang dapat menjadi distributor resmi di Moskow, St. Petersburg, dan kota-kota lainnya.

"Guna mengatasi kendala teknis seperti logistik dan fasilitas rantai pendingin (cold chain)," ungkap AHY.

Selain perdagangan, diaspora diharapkan mampu menjembatani transfer pengetahuan, promosi investasi, dan kemitraan di sektor energi serta kemaritiman.

Pertemuan lintas batas ini merupakan agenda awal sebelum Menko AHY menghadiri Konsultasi Bilateral II bersama Ketua Dewan Maritim Rusia, Nikolai P. Patrushev. Kunjungan kerja ini merupakan tindak lanjut langsung dari Deklarasi Kemitraan Strategis yang disepakati oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin pada 19 Juni 2025, yang mencakup 18 sektor kerja sama strategis antara kedua negara.

(Anggi Tondi)