Bangun PLTS 100 GW hingga Tutup PLTD, Prabowo: Dalam 2 Tahun, Kita Gak Perlu Impor BBM!

Presiden Prabowo Subianto. Foto Laily Rachev - Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.

Bangun PLTS 100 GW hingga Tutup PLTD, Prabowo: Dalam 2 Tahun, Kita Gak Perlu Impor BBM!

Husen Miftahudin • 9 April 2026 14:12

Magelang: Presiden Prabowo Subianto memastikan Indonesia tidak akan lagi mengimpor bahan bakar minyak (BBM) berbasis fosil dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Ini berkat upaya pemerintah dalam membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 100 gigawatt (GW) hingga menutup Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).
 
"Mungkin kita dua-tiga tahun lagi kita tidak perlu impor BBM sama sekali," kata Prabowo saat meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik VKTR Sakti Industries di Magelang, Jawa Tengah, Kamis, 9 April 2026.
 
Adapun pembangunan PLTS dengan kapasitas 100 GW merupakan bagian dari percepatan program elektrifikasi dan swasembada energi nasional. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat transisi menuju energi terbarukan sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia.
 
Pemerintah juga berencana menutup 13 PLTD yang saat ini dioperasikan PT PLN (Persero). Melalui langkah ini, diproyeksi Indonesia bisa menghemat minyak mentah dan BBM sebanyak 200 barel per hari. Diketahui, PLTD merupakan pembangkit yang mesin diesel penggerak generatornya menggunakan BBM jenis solar.
 
"Dengan kita menutup PLTD dan dengan nanti 100 GW (PLTS), kita juga akan menghemat (BBM) sangat-sangat besar," tutur Prabowo.
 

Baca juga: Prabowo Bangga Indonesia Punya Pabrik Perakitan Kendaraan Komersial Listrik


(Ilustasi. Foto: Freepik)
 

Optimistis cetak kemandirian energi

 
Diakui Presiden, Indonesia saat ini masih menjadi negara net importir minyak mentah dan BBM lantaran produksinya tak mampu menutup kebutuhan dalam negeri.
 
Konsumsi BBM di Indonesia tercatat sebesar 1,6 juta barel per hari, sementara produksi domestik hanya sekitar 600 ribu hingga 800 ribu barel per hari. Sehingga, Indonesia mesti mengimpor BBM sebanyak satu juta barel per hari.
 
Hal inilah yang membuat Prabowo gerah, terlebih di tengah krisis energi dunia imbas konflik yang terjadi di Timur Tengah. Karena itu, Kepala Negara berharap langkah pembangunan PLTS 100 GW dan penutupan PLTD dapat menekan impor minyak mentah dan BBM.
 
"Kita punya kekuatan besar, kita harus sungguh-sungguh. Kita akan mandiri, kita akan kuat, kita akan berdiri di atas kaki kita sendiri," tegas Prabowo meyakinkan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)