Waspada! Bencana Hidrometeorologi Intai Aceh hingga 20 April

Kondisi Kabupaten Pidie Jaya pascabencana. Foto: Metrotvnews.com/Fajri Fatmawati

Waspada! Bencana Hidrometeorologi Intai Aceh hingga 20 April

Fajri Fatmawati • 10 April 2026 17:49

Banda Aceh: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi bencana hidrometeorologi yang kembali mengintai wilayah Aceh periode 11 hingga 20 April 2026. Peringatan tersebut disampaikan menyusul adanya dinamika atmosfer yang berpotensi memicu cuaca ekstrem di sejumlah daerah.

Informasi itu tertuang dalam surat resmi Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda yang diterbitkan di Banda Aceh pada 10 April 2026 dan ditujukan kepada Gubernur Aceh. Surat bernomor e.B/ME.02.04/042/KBTJ/IV/2026 tersebut bersifat penting dengan perihal Info Siaga Bencana Hidrometeorologi.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda, Nasrol Adil, menjelaskan bahwa potensi cuaca ekstrem dipicu oleh dinamika atmosfer berupa pola siklonik yang membentuk belokan angin (shearline) dan konvergensi di wilayah Aceh. 

“Terpantau adanya gangguan atmosfer yaitu pola siklonik yang membentuk daerah belokan angin (shearline) dan konvergensi di wilayah Aceh,” ujar Nasrol, Jumat, 10 April 2026.

Ia menambahkan, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan yang dapat memicu hujan sedang hingga lebat. “Kondisi ini dapat menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang,” kata Nasrol.

Kondisi Kabupaten Pidie Jaya pascabencana. Foto: Metrotvnews.com/Fajri Fatmawati

Menurutnya, fenomena tersebut berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang di sejumlah wilayah. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak yang mungkin terjadi.

Berdasarkan prakiraan BMKG, potensi bencana pada periode 11–15 April meliputi Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Banda Aceh, Bireuen, Langsa, Lhokseumawe, Pidie Jaya, Sabang, dan Simeulue. Sementara pada periode 16–20 April, potensi meluas ke Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Bener Meriah, Gayo Lues, Nagan Raya, Pidie, dan Subulussalam.

BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem tersebut. “Informasi ini kami sampaikan untuk menjadi perhatian dan meningkatkan kesiapsiagaan bersama,” jelas Nasrol.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)