Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang Dominasi Bencana di Berbagai Wilayah

Atap rumah warga rusak akibat tersapu angin kencang di Kabupaten Bogor pada Rabu, 4 Maret 2026. Foto: BPBD Kab. Bogor

Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang Dominasi Bencana di Berbagai Wilayah

Silvana Febiari • 7 March 2026 16:20

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah pada 6-7 Maret 2026. Kejadian tersebut didominasi oleh cuaca ekstrem dan angin kencang di beberapa provinsi.

Pertama, banjir terjadi di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Banjir ini menyebabkan sekitar 444 kepala keluarga (KK) terdampak dan satu orang dilaporkan hilang. 

"Hingga saat ini, banjir berangsur surut dan proses evakuasi warga masih terus dilakukan," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, Sabtu, 7 Maret 2026. 
 


Sementara itu, banjir juga melanda Kota Bandar Lampung pada hari yang sama yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu orang hilang. Pendataan korban terdampak masih berlangsung.

Banjir juga terjadi di Kota Cilegon, Banten, yang berdampak pada 180 KK atau 370 jiwa. Hingga kini air masih menggenangi sebagian permukiman warga.

"Di Provinsi Jawa Barat, gerakan tanah terjadi di Kabupaten Sukabumi pada Jumat (6 Maret) yang berdampak pada 134 KK atau 475 jiwa. Sebanyak 120 KK atau 407 jiwa mengungsi," ungkap Abdul. 

Akibat bencana ini, sebanyak 70 unit rumah rusak berat, 26 unit rusak sedang, dan 18 unit rusak ringan. Tim di lapangan masih melakukan pendataan dan asesmen lanjutan.


Atap rumah warga rusak akibat tersapu angin kencang di Kabupaten Bogor pada Rabu, 4 Maret 2026. Foto: BPBD Kab. Bogor


Selain itu, angin puting beliung di Kabupaten Bandung Barat menyebabkan sekitar 85 KK atau 267 jiwa terdampak dengan 85 unit rumah rusak. Kondisi terkini dilaporkan telah kondusif.

"Cuaca ekstrem di Kabupaten Pangandaran pada Jumat (6 Maret) berdampak pada 66 KK atau 204 jiwa. Kerusakan tercatat pada 21 unit rumah rusak ringan dan 30 unit rumah rusak sedang. Sebagian besar bangunan yang terdampak telah diperbaiki secara gotong royong oleh warga," jelas Abdul. 

Cuaca ekstrem juga terjadi di Kabupaten Karawang yang berdampak pada 17 KK atau 53 jiwa. Sebanyak 17 unit rumah terdampak, terdiri dari 14 unit rusak ringan dan tiga unit rusak sedang. Saat ini perbaikan rumah warga masih dilakukan.

Di Provinsi Jawa Tengah, cuaca ekstrem terjadi di Kabupaten Batang yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan berdampak pada 75 KK atau 290 jiwa. Kerusakan tercatat pada 57 unit rumah rusak ringan, 10 unit rumah rusak sedang, dan 6 unit rumah rusak berat. 

"Hingga kini jaringan listrik dan komunikasi di beberapa wilayah masih mengalami kendala," tutur Abdul. 


Atap rumah warga rusak akibat tersapu angin kencang di Kabupaten Bogor pada Rabu, 4 Maret 2026. Foto: BPBD Kab. Bogor


Angin kencang juga terjadi di Kota Pekalongan yang berdampak pada sekitar 12 KK dengan 12 unit rumah terdampak. Kejadian serupa terjadi di Kabupaten Cilacap pada hari yang sama dan berdampak pada sekitar 22 kepala keluarga atau 59 jiwa dengan sekitar 20 unit rumah rusak ringan.

Cuaca ekstrem juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Brebes dan Kabupaten Purbalingga. Masing-masing berdampak pada 38 KK dan 93 KK dengan kerusakan rumah dalam berbagai kategori.

Selain itu, tanah longsor terjadi di Kabupaten Brebes yang berdampak pada sekitar 176 KK atau 546 jiwa. Sebanyak 142 jiwa mengungsi dan 143 rumah terdampak, terdiri dari 52 rumah rusak berat dan 91 rumah rusak sedang. 

"Saat ini layanan dapur umum dan pelayanan kesehatan masih diberikan kepada para pengungsi," beber Abdul. 

Di wilayah lain, banjir lahar di Kabupaten Magelang menyebabkan tiga orang meninggal dunia, sekitar lima orang luka ringan, dan dua orang masih dalam pencarian. Kejadian ini juga berdampak pada sekitar 14 KK dengan 14 unit rumah rusak ringan.

"Banjir juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Klaten yang berdampak pada 2.020 KK atau 4.453 jiwa. Sebanyak 33 jiwa mengungsi dan 1.565 rumah terdampak. Saat ini dilakukan pembangunan tanggul sementara pada tanggul yang jebol," ungkap Abdul. 

Di Provinsi Jawa Timur, angin kencang terjadi di Kabupaten Sampang yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan kerusakan pada satu unit rumah. Selain itu, banjir juga melanda Kabupaten Probolinggo yang berdampak pada sekitar 142 KK serta Kabupaten Situbondo yang berdampak pada sekitar 50 KK.

"Di beberapa wilayah, genangan air dilaporkan telah berangsur surut," ujar Abdul.

Sementara di Provinsi Kalimantan Selatan, cuaca ekstrem terjadi di Kabupaten Banjar yang berdampak pada sekitar 65 KK atau 202 jiwa dengan 64 rumah terdampak. Kondisi saat ini dilaporkan relatif aman dan terkendali.

BNPB juga memantau kejadian kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Tengah. Hingga Kamis, 5 Maret 2026, total luasan lahan terbakar tercatat sekitar 272,90 hektare dengan penambahan sekitar 4,82 hektare pada hari yang sama.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Masyarakat diharapkan memantau prakiraan cuaca secara berkala, memastikan kondisi lingkungan sekitar tetap aman, serta segera melaporkan kejadian darurat kepada BPBD setempat.

Pemerintah daerah bersama BPBD perlu memastikan kesiapan personel, peralatan, serta jalur evakuasi agar respons penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi apabila terjadi kondisi kedaruratan di lapangan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)