Keselamatan Kerja Disebut Komitmen Moral Korporasi

Direktur Utama PT Anugerah Samudera Madanindo, Faris Muhammad Abdurrahim. Dok. Istimewa

Keselamatan Kerja Disebut Komitmen Moral Korporasi

Rahmatul Fajri • 4 March 2026 16:12

Jakarta: Keselamatan kerja disebut menjadi komitmen moral suatu perusahaan. Terutama, memastikan setiap pekerja selamat dalam melakukan pekerjaan.

"Zero accident bukan sekadar target operasional, tetapi komitmen moral untuk memastikan setiap pekerja pulang dengan selamat,” kata Direktur Utama PT Anugerah Samudera Madanindo, Faris Muhammad Abdurrahim, dikutip dari Media Indonesia, Rabu, 4 Maret 2026.

Hal tersebut diungkap Faris dalam penghargaan zero accident dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pihaknya mendapat kategori platinum dalam nihil kecelakaan dan Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3).

“Bagi kami, keselamatan kerja adalah bagian dari tanggung jawab sosial dan tata kelola yang baik," ujar Faris.

Penghargaan ini diberikan atas pencapaian pihaknya yang mencatatkan 1.200.622 jam kerja aman tanpa kecelakaan fatal (fatal accident) selama periode Maret 2023 hingga September 2025. Prestasi ini diraih di tengah pengerjaan proyek strategis nasional (PSN) yang memiliki risiko operasional tinggi.

Pencapaian ini menjadi sangat krusial mengingat PT ASM tengah menggarap pengembangan Pelabuhan Patimban Fase 2 (Phase 1-2). Proyek ini merupakan salah satu urat nadi logistik nasional yang ditargetkan rampung pada akhir tahun 2025.

Faris menjelaskan implementasi K3 di lingkungan ASM tidak sekadar menggugurkan kewajiban regulasi, melainkan sistem yang terintegrasi. Hal ini mencakup budaya speak-up safety dan keberanian untuk menghentikan pekerjaan jika kondisi di lapangan dinilai tidak aman.
 

Baca Juga: 

Gubernur Pramono Dorong Penguatan SDM Unggul dan Berdaya Saing



Ilustrasi tenaga kerja. Metrotvnews.com

Pengembangan Pelabuhan Patimban merupakan langkah strategis pemerintah untuk mengurangi beban Pelabuhan Tanjung Priok. Dengan investasi pada terminal kendaraan mencapai Rp3,7 triliun, pelabuhan ini diproyeksikan memiliki kapasitas terminal kendaraan hingga 600.000 unit CBU, dan Terminal Peti Kemas dengan kapasitas 3,75 juta TEUs (target awal) hingga 7,5 juta TEUs (jangka panjang).

Hingga April 2025, progres konstruksi dilaporkan telah mencapai 78 persen. Kehadiran Patimban diharapkan mampu memperkuat konektivitas kawasan industri Metropolitan Rebana melalui akses jalan tol yang terintegrasi.

“Kami percaya proyek infrastruktur yang baik bukan hanya selesai tepat waktu, tetapi juga dibangun dengan standar keselamatan tinggi dan tata kelola yang transparan. Itulah esensi pembangunan berkelanjutan,” ujar Faris

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)