Heboh Tiket Final Piala Dunia, Harga Naik hingga Rp582 Juta

Piala Dunia 2026. Dok. Website FIFA

Heboh Tiket Final Piala Dunia, Harga Naik hingga Rp582 Juta

Riza Aslam Khaeron • 21 May 2026 21:18

New York: FIFA menuai sorotan tajam setelah menaikkan harga tiket kategori terbaik laga final Piala Dunia 2026 menjadi USD 32.970 (sekitar Rp582 juta). Lonjakan harga mencapai tiga kali lipat dari harga tertinggi pada fase penjualan sebelumnya seharga USD 10.990 (sekitar Rp194 juta).

Mengutip laporan The Guardian pada Jumat, 8 Mei 2026, tiket kelas premium bernama Front Category 1 itu dialokasikan khusus untuk pertandingan fina pada 19 Juli 2026 di Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey. Sebagai perbandingan, tiket kategori termahal laga puncak Piala Dunia 2022 di Qatar lalu hanya seharga USD 1.600 (sekitar Rp28,2 juta).

Tidak hanya laga final, tiket babak semifinal juga dibanderol dengan harga fantastis. Untuk pertandingan semifinal pada 14 Juli di Stadion AT&T Dallas, tiket dijual mulai dari USD 2.705 (sekitar Rp47,7 juta), USD 3.710 (sekitar Rp65,5 juta), USD 4.330 (sekitar Rp76,4 juta), hingga termahal menyentuh USD 11.130 (sekitar Rp196,5 juta).

Sementara itu, laga semifinal esoknya di Stadion Mercedes-Benz Atlanta, harga tiket mulai dari USD 2.725 (sekitar Rp48,1 juta), USD 3.545 (sekitar Rp62,6 juta), hingga USD 10.635 (sekitar Rp187,7 juta).

Kondisi di pasar sekunder (resale) resmi FIFA bahkan jauh lebih ekstrem. Tiket final ditawarkan mulai dari kisaran USD 8.970 (sekitar Rp158,3 juta) hingga angka fantastis, yaitu USD 11.499.998,85 (sekitar Rp203 miliar). Uniknya, harga tertinggi itu untuk kursi penonton yang berada empat baris dari puncak dek teratas stadion.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, membela kebijakan harga tersebut. Ia beralasan kebijakan menyesuaikan dinamika pasar hiburan di Amerika Serikat.

"Kami harus melihat pasar. Kami berada di pasar di mana hiburan adalah yang paling maju di dunia, jadi kami harus menerapkan harga pasar," ujarnya dalam Konferensi Global Milken Institute di Beverly Hills.

Ia menambahkan, "Di AS, menjual kembali tiket juga diperbolehkan, jadi jika Anda menjual tiket dengan harga yang terlalu rendah, tiket ini akan dijual kembali dengan harga yang jauh lebih tinggi."

Kebijakan harga tiket ini langsung memicu gelombang kritik dari parlemen AS. Dua perwakilan Kongres dari Partai Demokrat yang mewakili wilayah New Jersey, Frank Pallone dan Nellie Pou, mengkritik sistem penjualan FIFA yang dinilai tidak transparan, menerapkan aturan yang berubah-ubah, serta berpotensi melakukan praktik yang menyesatkan calon pembeli.
 

Baca Juga:
Kapan Piala Dunia 2026 Dimulai? Catat Jadwal Lengkap dan Negara Tuan Rumahnya
 

Perbandingan Harga Tiket Final Piala Dunia


Piala Dunia 2026. Dok. Website FIFA

Kenaikan harga tiket final Piala Dunia 2026 terasa sangat mencolok dari edisi-edisi sebelumnya selama dua dekade terakhir. Sejak awal tahun 2000-an, tiket kategori tertinggi pertandingan final umumnya masih berada di kisaran ratusan hingga seribuan dolar AS.

Pada Piala Dunia 2002 di Korea Selatan dan Jepang, tiket final di Jepang dijual mulai dari USD 230 (sekitar Rp4,1 juta) untuk kategori termurah hingga USD 575 (sekitar Rp10,1 juta) untuk kategori termahal. Empat tahun kemudian, pada Piala Dunia 2006 di Jerman, penonton dapat menyaksikan laga final di Berlin dengan merogoh kocek antara EUR 120 (sekitar Rp2,5 juta) hingga EUR 600 (sekitar Rp12,4 juta) untuk Kategori 1.

Tren kenaikan bertahap berlanjut pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Tiket final di Stadion Soccer City, Johannesburg, berada pada kisaran USD 150 (sekitar Rp2,6 juta) hingga USD 900 (sekitar Rp15,9 juta).

Selanjutnya, pada edisi 2014 di Brasil, tiket final untuk penonton internasional berada pada rentang USD 440 (sekitar Rp7,8 juta) hingga USD 990 (sekitar Rp17,5 juta). Harga ini kembali merangkak naik pada Piala Dunia 2018 di Rusia menjadi kisaran USD 455 (sekitar Rp8 juta) hingga USD 1.100 (sekitar Rp19,4 juta).

Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, harga tiket final kategori 1 mencatatkan rekor baru di angka USD 1.607 (sekitar Rp28,4 juta). Nominal tersebut saat itu sudah dinilai sebagai salah satu yang termahal dalam sejarah turnamen, sebelum akhirnya terlampaui jauh oleh edisi tahun ini.

Untuk edisi 2026, harga awal Kategori 1 sebenarnya sempat dibuka pada angka USD 6.730 (sekitar Rp118,8 juta). Angka tersebut kemudian naik menjadi USD 10.990 (sekitar Rp194 juta) pada fase penjualan berikutnya. Kini, dengan diperkenalkannya kelas premium Front Category 1, harga tiket terbaik untuk laga final melonjak drastis hingga mencapai USD 32.970 (sekitar Rp582 juta).

Lompatan ini tidak hanya memecahkan rekor edisi Qatar, tetapi juga melenceng jauh dari pola kenaikan harga historis turnamen sejak tahun 2002.
 
Baca Juga:
Neymar Cedera Betis Jelang Piala Dunia

Berikut adalah perbandingan harga tiket final Piala Dunia dari edisi ke edisi (menggunakan pembulatan kurs sekitar Rp17.652 per dolar AS):
  • Piala Dunia 2002: sekitar USD 230–575 (sekitar Rp4,1 juta–Rp10,1 juta)
  • Piala Dunia 2006: sekitar USD 140–700 (sekitar Rp2,5 juta–Rp12,4 juta)
  • Piala Dunia 2010: USD 150–900 (sekitar Rp2,6 juta–Rp15,9 juta)
  • Piala Dunia 2014: USD 440–990 (sekitar Rp7,8 juta–Rp17,5 juta)
  • Piala Dunia 2018: USD 455–1.100 (sekitar Rp8 juta–Rp19,4 juta)
  • Piala Dunia 2022: sekitar USD 604–1.607 (sekitar Rp10,7 juta–Rp28,4 juta)
  • Piala Dunia 2026: dari USD 6.730 (sekitar Rp118,8 juta), naik menjadi USD 10.990 (sekitar Rp194 juta), lalu mencapai USD 32.970 (sekitar Rp582 juta) untuk kategori Front Category 1
Perbandingan ini memperlihatkan bahwa polemik harga tiket final Piala Dunia 2026 bukan sekadar karena nominalnya yang tinggi. Terdapat juga kesenjangan harga yang melompat terlalu ekstrem jika dibandingkan dengan tren historis turnamen dari tahun ke tahun.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)