Pasar Rumah Second Bakal Jadi Katalis Pertumbuhan Properti

Ilustrasi. Foto: Magnific.

Pasar Rumah Second Bakal Jadi Katalis Pertumbuhan Properti

Ade Hapsari Lestarini • 19 May 2026 21:42

Jakarta: Pasar properti pada tahun ini dinilai masih berada pada jalur positif, seiring meningkatnya potensi pertumbuhan para rumah second di Indonesia.

Anggota Satgas Perumahan sekaligus Pengamat Properti Panangian Simanungkalit mengatakan perkembangan pasar sekunder dapat menjadi katalis baru bagi pertumbuhan industri properti nasional.

Menurut dia, tren tersebut juga membuka peluang lebih luas bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memiliki hunian dengan harga lebih terjangkau dan legalitas yang lebih pasti.

"Properti saat ini on the track karena ada momentum rumah second ke pasar sekunder. Ini menjadi peluang besar khususnya bagi Gen Z untuk mulai masuk ke pasar properti dengan legalitas yang sudah jelas dan harga yang masih kompetitif," ujar Panangian, dalam keterangannya, Selasa, 19 Mei 2026.

Menurut Panangian, pasar rumah second memiliki potensi besar untuk tumbuh di tengah keterbatasan suplai rumah baru dibandingkan kebutuhan hunian masyarakat yang terus meningkat setiap tahun.

Ia menilai, pasar sekunder dapat menjadi solusi untuk memperluas akses kepemilikan rumah di tengah tingginya backlog perumahan nasional.

Apalagi, tambah Panangian, rumah second biasanya berada di lokasi premium dengan harga puluhan tahun lalu. “Ibaratnya, kita beli tanahnya saja sudah untung,” kata Panangian.
 




Anggota Satgas Perumahan sekaligus Pengamat Properti Panangian Simanungkalit. Foto: dok istimewa.
 

Pelepasan puluhan ribu aset rumah second


Dalam waktu dekat, lanjut Panangian, akan terdapat pelepasan puluhan ribu aset rumah second melalui mekanisme lelang yang diperkirakan menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Properti yang dipasarkan terdiri dari berbagai segmen mulai dari rumah subsidi, rumah komersial, apartemen hingga kavling dengan rentang harga variatif.

"Pasar rumah second ini menarik karena sebagian besar aset sudah berada di kawasan yang hidup, infrastrukturnya terbentuk, dan harga tanah terus meningkat. Dari sisi investasi maupun hunian, potensinya masih sangat besar," ungkap dia.

Ia menambahkan, rumah-rumah yang akan dipasarkan juga telah melalui pengecekan legalitas sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terkait aspek administrasi maupun status kepemilikannya. Selain itu, akan ada juga skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) khusus yang dirancang bagi masyarakat yang mau menyicil rumah second.

Panangian optimistis penguatan pasar sekunder akan memberikan dampak positif bagi industri perumahan nasional secara keseluruhan, termasuk meningkatkan likuiditas pasar properti dan memperluas pilihan hunian bagi masyarakat.

"Selama ini masyarakat terlalu fokus pada rumah baru, padahal rumah second juga memiliki value yang tinggi. Dengan edukasi yang tepat, pasar sekunder bisa menjadi salah satu motor baru pertumbuhan sektor properti nasional," tutur Panangian.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)