Melonjak Tajam, Korban Tewas Ledakan Tambang di Tiongkok Jadi 90 Orang

Ilustrasi kecelakaan tambang. (Anadolu Agency)

Melonjak Tajam, Korban Tewas Ledakan Tambang di Tiongkok Jadi 90 Orang

Willy Haryono • 23 May 2026 14:26

Beijing: Jumlah korban tewas akibat ledakan gas di tambang batu bara di Provinsi Shanxi, Tiongkok utara, melonjak tajam menjadi 90 orang, menurut laporan media pemerintah CCTV pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Ledakan terjadi pada Jumat malam di tambang batu bara Liushenyu di Kabupaten Qinyuan saat 247 pekerja sedang bertugas di bawah tanah.

Sebelumnya, kantor berita Xinhua melaporkan delapan orang tewas dan lebih dari 200 pekerja berhasil dievakuasi dengan selamat. Namun, media pemerintah tidak menjelaskan penyebab lonjakan jumlah korban jiwa tersebut.

Presiden Tiongkok Xi Jinping meminta otoritas terkait “mengerahkan segala upaya” untuk merawat korban luka serta melanjutkan operasi pencarian dan penyelamatan.

Xi juga memerintahkan investigasi menyeluruh terkait penyebab kecelakaan dan penegakan pertanggungjawaban hukum secara ketat.

Perdana Menteri Li Qiang turut menyerukan penyampaian informasi secara cepat dan akurat serta proses akuntabilitas yang tegas.

Salah Satu Kecelakaan Tambang Terburuk

Otoritas manajemen darurat setempat mengatakan operasi penyelamatan masih berlangsung dan penyebab ledakan masih dalam penyelidikan. Xinhua melaporkan sejumlah eksekutif perusahaan yang mengelola tambang tersebut telah ditahan.

Tiongkok dalam dua dekade terakhir berhasil menurunkan angka kematian di tambang batu bara melalui regulasi keselamatan yang lebih ketat.

Namun, insiden di tambang Liushenyu disebut sebagai salah satu kecelakaan tambang paling mematikan di Tiongkok dalam satu dekade terakhir.

Ledakan gas dan banjir masih menjadi penyebab utama kecelakaan tambang batu bara di negara tersebut.

Baca juga:  Ledakan Tambang Batu Bara di Tiongkok Tewaskan 8 Orang, 38 Masih Terjebak

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)