Garda Revolusi Iran Tegaskan Selat Hormuz Tak Akan Dibuka Selama Ancaman AS Berlanjut

Garda Revolusi Iran (IRGC) terus pertahankan Selat Hormuz dari Amerika Serikat. Foto: The New York Times

Garda Revolusi Iran Tegaskan Selat Hormuz Tak Akan Dibuka Selama Ancaman AS Berlanjut

Fajar Nugraha • 30 July 2026 17:52

Teheran: Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan pada Kamis, 30 Juli, bahwa Selat Hormuz tidak dapat dibuka kembali selama ancaman dan campur tangan Amerika Selatan (AS) dalam lalu lintas maritim regional terus berlanjut.

"Selat Hormuz tidak dapat dibuka kembali selama gertakan dan ancaman dari pejabat AS dan campur tangan mereka dalam pergerakan maritim di kawasan ini terus berlanjut," tegas IRGC dalam pernyataan resmi, seperti dikutip dari Anadolu, pada Kamis, 30 Juli 2026.

IRGC memperingatkan bahwa ancaman dan campur tangan yang berkelanjutan hanya akan membuat situasi semakin rumit. IRGC mengklaim bahwa dua kapal tanker minyak, yang diintimidasi oleh pesawat militer AS, mencoba berlayar di malam hari melalui apa yang mereka sebut sebagai "rute yang tidak aman" di selatan Selat Hormuz.

Pernyataan tersebut menyatakan bahwa kedua kapal tersebut dengan cepat berbalik arah setelah terjadi kebakaran besar di salah satu kapal.

"Selat Hormuz adalah wilayah kami, dan Angkatan Laut IRGC sepenuhnya menguasainya," kata pernyataan itu, menambahkan bahwa tidak ada kekuatan luar yang berjarak ribuan kilometer yang diizinkan untuk ikut campur.

Sebelumnya, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa pasukan Amerika telah melancarkan gelombang serangan berat terhadap target
Iran sebagai tanggapan atas apa yang mereka sebut sebagai upaya serangan rudal yang menghantam pasukan AS di Timur Tengah.

(Kelvin Yurcel)

(Fajar Nugraha)