Kemenhut dan TNBTS Usut Titik Awal Api Kebakaran Bromo

Penanganan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS)/BPBD Kab. Malang

Kemenhut dan TNBTS Usut Titik Awal Api Kebakaran Bromo

Daviq Umar Al Faruq • 21 August 2026 13:34

Malang: Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menerjunkan tim gabungan untuk mengidentifikasi penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo. Langkah penelusuran ini dilakukan secara bertahap untuk mengumpulkan fakta serta jejak awal munculnya titik api.

Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS, Bambang Suriyono, mengatakan rangkaian investigasi telah bergulir sejak awal Agustus 2026. Menurutnya, koordinasi awal dan pemeriksaan saksi kunci dari pihak internal menjadi pijakan penting sebelum tim diterjunkan langsung ke area terdampak.

"Pada 9 Agustus 2026, dilakukan koordinasi awal dan pengambilan keterangan dari petugas Balai Besar TNBTS," kata Bambang Suriyono, dalam keterangan pers, Jumat, 21 Agustus 2026.

Bambang menambahkan upaya olah tempat kejadian perkara (TKP) dilanjutkan dengan menyisir area yang ditengarai menjadi lokasi pertama api berkobar. Penelusuran intensif tersebut dirancang untuk mencari bukti material serta tanda-tanda fisik di tapak vegetasi yang terbakar.

"Selanjutnya, 10 Agustus 2026, tim melakukan identifikasi awal di lokasi kebakaran," ungkap Bambang.

Guna memperdalam temuan awal, tim gabungan kembali menggelar identifikasi lanjutan serta mengonfrontasi keterangan para petugas lapangan. Pendalaman ini bertujuan memastikan tidak ada fakta kritis yang terlewat dalam menentukan pemicu utama kebakaran tersebut.

"Proses tersebut dilanjutkan pada 20 Agustus 2026 melalui identifikasi lanjutan di lapangan dan wawancara dengan petugas untuk memperdalam penelusuran penyebab kebakaran," jelas Bambang.

Investigasi komprehensif ini diharapkan dapat segera menyimpulkan apakah insiden karhutla disebabkan oleh faktor alam atau kelalaian manusia. Pihak Balai Besar TNBTS menegaskan hasil penelusuran ini akan menjadi acuan utama dalam evaluasi sistem pengamanan kawasan konservasi ke depan.


Proses pemadaman kebakaran di kawasan Gunung Bromo/Balai Besar TNBTS

Kawasan wisata Gunung Bromo kembali dibuka untuk wisatawan mulai Kamis, 20 Agustus 2026, setelah kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) berhasil dipadamkan sepenuhnya. Pembukaan dilakukan setelah operasi pemadaman berlangsung selama 13 hari dan tim gabungan memastikan tidak ada lagi titik api maupun bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha menyampaikan pembukaan kembali kawasan wisata Bromo dilakukan dengan mempertimbangkan hasil pemantauan dan evaluasi kondisi kawasan. Keputusan tersebut juga sejalan dengan pengumuman Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI pada 18 Agustus 2026.

"Sejalan dengan pengumuman Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI pada tanggal 18 Agustus 2026 serta berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi kondisi kawasan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan pengunjung dan petugas, maka kawasan wisata Bromo akan dibuka kembali untuk kunjungan wisatawan mulai Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 00.01 WIB," kata Rudijanta, Rabu 19 Agustus 2026.

(Lukman Diah Sari)