Wabah Ebola di Kongo Tewaskan 2.378 Orang, Kasus Capai 5.021

Wabah Ebola yang menyerang Kongo dikhawatirkan semakin parah. Foto: Anadolu

Wabah Ebola di Kongo Tewaskan 2.378 Orang, Kasus Capai 5.021

Muhammad Reyhansyah • 19 August 2026 17:33

Kinshasa: Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo telah menewaskan sedikitnya 2.378 orang dari total 5.021 kasus terkonfirmasi hingga Selasa, 18 Agustus 2026.

“Otoritas kesehatan setempat menyebut bahwa upaya penanganan yang dilakukan sejauh ini gagal membendung penyebaran penyakit mematikan tersebut,” sebut TRT World, Rabu 19 Agustus 2026.

Dengan lonjakan mencapai 5.021 kasus, wabah ini kini menempati posisi kedua krisis kesehatan terburuk dunia dalam hal angka infeksi dan kematian, hanya kalah dari wabah Ebola Afrika Barat sedekade lalu.

Laju penularan Ebola spesies Bundibugyo yang meluas sejak pertengahan Mei kini kian mengkhawatirkan karena belum tersedianya vaksin maupun obat resmi. 

Ancaman krisis kesehatan kali ini tergolong sangat krusial mengingat belum ditemukannya vaksin maupun obat khusus untuk varian Ebola Bundibugyo. 

Penanggulangan wabah di Republik Demokratik Kongo pun kian pelik lantaran terhalang konflik bersenjata, maraknya hoaks, resistensi warga terhadap tenaga medis, hingga kebiasaan adat setempat.

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo berpotensi melampaui epidemi Ebola di Afrika Barat pada 2014–2016 jika terus menyebar dengan laju seperti saat ini.

“Ini sudah menjadi epidemi Ebola terbesar kedua yang pernah tercatat dan penyebarannya lebih cepat dibandingkan wabah Ebola sebelumnya. Dengan laju saat ini, wabah ini berpotensi melampaui epidemi Ebola di Afrika Barat,” ujar Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

(Razaqa Hariz)

(Fajar Nugraha)