Sepekan Kebakaran TPA Jatiwaringin, Ratusan Personel Masih Berupaya Padamkan Api

Personel Manggala Agni melakukan pemadaman darat kebakaran TPA Jatiwaringin, Tangerang, pada Senin (6/7). (DOK BNPB)

Sepekan Kebakaran TPA Jatiwaringin, Ratusan Personel Masih Berupaya Padamkan Api

Lukman Diah Sari • 7 July 2026 10:19

Tangerang: Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, telah memasuki hari ke-7 pada Senin, 6 Juli 2026. Beragam upaya pemadaman dioptimalkan oleh pemerintah daerah, pemerintah pusat, hingga kementerian/lembaga.

"Sebanyak 300 personel gabungan diterjunkan untuk percepatan pemadaman lokasi pembuangan akhir sampah," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, dalam keterangan resmi, Selasa, 7 Juli 2026. 

Ratusan personel gabungan terdiri dari unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten/Kota Tangerang, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, POLRI, Manggala Agni dari Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, dan relawan. Selain itu, juga didukung 19 unit mobil pemadam kebakaran, 4 unit mobil tangki air, 8 unit ekskavator, 8 unit bulldozer, 3 unit helikopter water bombing, dan 2 unit drone monitoring.

"Progres pemadaman mengalami kemajuan yang signifikan mencapai 45 persen dari total lahan terbakar seluas 14 hektare," ujar Abdul.

Situasi di lapangan, kata Abdul, menunjukkan kepulan asap putih masih terlihat di antara lahan-lahan yang menghitam terbakar. Beberapa titik api kecil nampak di antara tumpukan sampah.

"Personel pemadam kebakaran melakukan penyemprotan dengan selang panjang. Ekskavator membantu mengurai tumpukan sampah. Sementara itu, tiga helikopter water bombing bolak-balik mengguyur lokasi yang terpantau memiliki titik api," jelas dia. 

Lahan TPA Serupa Lahan Gambut

Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan menjelaskan, upaya pemadaman kebakaran lahan TPA ini membutuhkan penanganan khusus, karena lahan menyerupai lahan gambut. Api tidak berada di permukaan, namun membara di dalam tumpukan sampah.

"Upaya pemadaman dilakukan dengan berbagai metode. Satgas darat melakukan penyemprotan untuk api di permukaan juga injeksi untuk api di bawah permukaan. Satgas udara water bombing menjangkau dari atas," jelas dia.

Kebutuhan air untuk pemadaman didukung dengan tersedianya danau atau embung yang berada di dekat lokasi kebakaran. Hal ini memudahkan helikopter melakukan pengisian ember sebagai water bombing dan selang air.

Mobil-mobil tangki air secara bergiliran mengisi ulang kebutuhan air unit Damkar dalam penanganan kebakaran TPA Jatiwaringin, Tangerang, pada Senin (6/7). (Dok  BNPB)

Dia mengungkap, operasi pemadaman akan dioptimalkan hingga pukul 22.00 WIB untuk satgas darat. Tim Damkar dan Manggala Agni akan melakukan sistem injeksi dengan mesin untuk memasukkan air ke dalam tumpukan sampah.

"Metode ini sifatnya pembasahan lahan agar api dalam tumpukan segera padam. Dengan perpanjangan waktu operasi ini diharapkan upaya pemadaman berjalan secara optimal," papar dia. 

(Lukman Diah Sari)