Bocah 11 Tahun Tabrak Iring-iringan di Thailand, Delapan Orang Biksu Tewas

Delapan biksu meninggal ditabrak bocah 11 tahun yang mengendarai mobil pikap. Foto: X

Bocah 11 Tahun Tabrak Iring-iringan di Thailand, Delapan Orang Biksu Tewas

Fajar Nugraha • 2 July 2026 17:22

Bangkok: Seorang bocah berusia 11 tahun menabrakkan truk pikap orang tuanya ke iring-iringan biksu Buddha di Thailand pada Kamis 2 Juli 2026 mengakibatkan delapan biksu tewas dan melukai 10 lainnya.

Kelompok yang terdiri dari 35 biksu dan lima pengikut awam sedang berjalan di pinggir jalan di provinsi Mukdahan timur laut selama ziarah ketika insiden itu terjadi.

"Tersangka adalah seorang anak. Kendaraan telah dibawa untuk pemeriksaan forensik untuk menentukan penyebabnya," kata Komandan Kepolisian Provinsi Mukdahan, Mayor Jenderal Polisi Pairoj Thaiphutsa kepada wartawan, seperti dikutip dari TRT World.

"Kami telah meminta orang tua anak tersebut untuk datang agar kami dapat menentukan siapa yang bertanggung jawab atas perawatan anak tersebut, sehingga kami dapat melanjutkan proses hukum," tambah Thaiphutsa.

Polisi mengatakan, bocah itu telah mengambil truk pikap orang tuanya tanpa izin sebelum kehilangan kendali kendaraan dan menabrak para biksu. Polisi setempat juga mengatakan bahwa anak laki-laki itu sekarang berada dalam tahanan.

Polisi menambahkan bahwa penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan, tetapi mengatakan bahwa mereka diberitahu oleh para biksu bahwa mereka melihat kendaraan kehilangan keseimbangan sebelum tergelincir dari jalan dan menabrak kelompok tersebut.

Lima biksu meninggal di tempat kejadian dan tiga lainnya kemudian meninggal di rumah sakit, sementara lebih dari 10 lainnya sedang dirawat.

Tim medis dan penyelamat dikerahkan

Kepala Kepolisian Kota Mukdahan, Prayut Ruanthongkam mengatakan kepada AFP melalui telepon bahwa anak tersebut adalah seorang anak laki-laki berusia 11 tahun.

Tim medis dan penyelamat darurat dikerahkan ke tempat kejadian dan para korban luka dibawa ke Rumah Sakit Mukdahan.

Gubernur Provinsi Mukdahan, Worayan Bunnarat mengatakan, kasus ini harus menjadi peringatan yang lebih luas tentang keselamatan jalan raya.

"Kami telah sangat ketat dalam hal keselamatan jalan raya dalam beberapa tahun terakhir. Kasus ini harus menjadi pelajaran bukan hanya untuk provinsi kami, tetapi untuk masyarakat umum dalam hal mencegah kecelakaan lalu lintas," kata Bunnarat.

"Saya rasa semua pihak yang terlibat, terutama orang tua, perlu membantu, karena tidak ada yang menginginkan hal seperti ini terjadi,” pungkas Bunnarat.

(Fajar Nugraha)