Kapitalisasi Pasar Minggu Ini Capai Rp10.340 Triliun, IHSG Naik 0,83% ke Level 5.924

Ilustrasi. Foto: MI/Usman Iskandar.

Kapitalisasi Pasar Minggu Ini Capai Rp10.340 Triliun, IHSG Naik 0,83% ke Level 5.924

Husen Miftahudin • 11 July 2026 15:19

Jakarta: Data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang 6-10 Juli 2026 ditutup dengan kinerja positif. Kapitalisasi pasar BEI meningkat 0,51 persen menjadi Rp10.340 triliun, dibandingkan Rp10.287 triliun pada penutupan pekan sebelumnya.

Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mencatatkan penguatan selama sepekan.

"Pergerakan IHSG selama sepekan mengalami peningkatan sebesar 0,83 persen sehingga ditutup pada level 5.924,360 dari 5.875,780 pada pekan sebelumnya," ujar Kautsar dalam keterangan tertulis, Sabtu, 11 Juli 2026.

BEI mencatat rata-rata frekuensi transaksi harian selama sepekan meningkat 29,69 persen menjadi 1,87 juta kali transaksi, dibandingkan 1,44 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya.

Selain itu, rata-rata volume transaksi harian turut naik 16,83 persen menjadi 20,49 miliar lembar saham, dari 17,54 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.

Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian mengalami penurunan. "Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian Bursa mengalami perubahan sebesar 8,88 persen menjadi Rp10,27 triliun dari Rp11,27 triliun pada pekan sebelumnya," jelas Kautsar.

Di sisi lain, investor asing membukukan nilai jual bersih (net sell) sebesar Rp421,70 miliar pada perdagangan Jumat, 10 Juli 2026. Secara akumulatif sepanjang 2026, investor asing mencatatkan jual bersih mencapai Rp76,15 triliun.
 



(Ilustrasi. Foto: Medcom.id)
 

BEI sambut enam emiten baru


Sepanjang pekan ini, BEI menyambut pencatatan enam perusahaan baru melalui seremoni pencatatan saham yang digelar di Main Hall BEI. Perusahaan tersebut meliputi PT Niramas Utama Tbk (JELI), PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), PT Bach Multi Global Tbk (BACH), PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI), PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL), dan PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS).

Pada Selasa, 7 Juli 2026, PT Niramas Utama Tbk (JELI) dan PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) resmi mencatatkan saham perdana di BEI. JELI, yang dikenal melalui merek INACO, bergerak di industri makanan dan minuman serta mencatatkan saham di Papan Pengembangan dengan menghimpun dana sebesar Rp239,40 miliar.

Sementara itu, JECX yang bergerak di bidang layanan rumah sakit spesialis mata mencatatkan saham di Papan Utama dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp609,97 miliar.

Pada hari yang sama, BEI juga menerima kunjungan studi lapangan dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi DKI Jakarta bersama peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan XLII.

Melalui kegiatan tersebut, BEI membagikan pengalaman dan praktik pengelolaan organisasi yang menitikberatkan pada integritas, profesionalisme, inovasi, kolaborasi, serta kemampuan beradaptasi sebagai fondasi organisasi berkelanjutan.

Pada Rabu, 8 Juli 2026, PT Bach Multi Global Tbk (BACH) dan PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) resmi melantai di BEI. BACH merupakan perusahaan penyedia solusi energi dan infrastruktur telekomunikasi terintegrasi yang mencatatkan saham di Papan Utama dengan total dana yang dihimpun sebesar Rp271,83 miliar.

Sementara itu, EMMI bergerak di bidang perdagangan alat kesehatan dan mencatatkan saham di Papan Pengembangan dengan total dana sebesar Rp245,74 miliar.

Pada Kamis, 9 Juli 2026, PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) resmi mencatatkan saham di Papan Pengembangan BEI. Perusahaan yang merupakan bagian dari Prodia Group tersebut bergerak di bidang produksi dan perakitan alat kesehatan diagnostik in vitro dengan total dana yang dihimpun sebesar Rp62,74 miliar.

Selanjutnya, pada Jumat, 10 Juli 2026, PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) resmi melantai di BEI sebagai perusahaan tercatat ke-7 pada 2026. RANS bergerak di sektor barang konsumen non-primer dengan subindustri hiburan dan film serta berhasil menghimpun dana sebesar Rp429,25 miliar melalui penawaran umum perdana saham.

(Husen Miftahudin)