Mentrans Iftitah Beberkan Formula Baru Transmigrasi

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara. Foto: Humas Kementerian Transmigrasi/ Rajif Nugraha

Mentrans Iftitah Beberkan Formula Baru Transmigrasi

Achmad Zulfikar Fazli • 9 July 2026 16:12

Jakarta: Kementerian Transmigrasi menggunakan paradigma baru pembangunan kawasan transmigrasi dengan menyatukan kekuatan perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat transmigrasi. Melalui sinergi tersebut, kawasan transmigrasi diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang ditopang inovasi, investasi, serta akses pasar yang terintegrasi.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan pembangunan transmigrasi tak lagi hanya berorientasi penyediaan lahan dan permukiman. Pembangunan dilakukan melalui ekosistem ekonomi yang menghubungkan sumber daya manusia, ilmu pengetahuan, teknologi, investasi, dan pasar.

“Kami punya dua kekuatan lahan dan tenaga kerja, yaitu para transmigran," ujar kata Menteri Iftitah, dikutip pada Kamis, 9 Juli 2026.

Namun, lanjut dia, ada tiga kekurangan yang dalam pembangunan transmigrasi tersebut. Pertama, ilmu pengetahuan dan teknologi yang dihadirkan melalui kerja sama dengan kampus. Kedua, modal yang didatangkan melalui investasi dunia usaha. Ketiga, offtaker atau akses pasar yang juga dibangun bersama dunia usaha.

"Kalau tiga kekurangan ini bisa kami lengkapi, maka lahan dan para transmigran akan menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Menteri Iftitah.

Menurut dia, sinergi tersebut menjadi fondasi transformasi transmigrasi. Sepuluh perguruan tinggi mitra diterjunkan melalui Program Transmigrasi Patriot untuk melakukan riset, pengabdian kepada masyarakat, sekaligus menyusun feasibility study yang dapat ditawarkan kepada calon investor.

“Kami melibatkan sepuluh kampus mitra agar kawasan transmigrasi menjadi laboratorium hidup. Dari sana lahir inovasi, teknologi, dan berbagai solusi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” ujar Menteri Iftitah.

Baca Juga :

Pemerintah Dorong Hilirisasi Perikanan di Kawasan Transmigrasi


Ilustrasi SDM. Metrotvnews.com

Hasil riset tersebut menjadi dasar penyusunan proyek-proyek investasi yang siap ditawarkan kepada dunia usaha, sehingga setiap kawasan memiliki arah pengembangan yang jelas dan berbasis potensi unggulannya.

“Inilah cara kami membangun transmigrasi baru: kampus menghadirkan ilmu pengetahuan, dunia usaha membawa investasi dan pasar, sementara masyarakat transmigrasi menjadi pelaku utama pembangunan,” kata Menteri Iftitah.

Menteri Iftitah menegaskan pendekatan baru transmigrasi tidak lagi berhenti pada pembagian lahan atau bantuan produksi. Seluruh rantai nilai ekonomi dibangun secara terpadu, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguasaan teknologi, masuknya investasi, hingga tersedianya kepastian pasar.

Sebagai contoh, Kementerian Transmigrasi telah membuka akses ekspor durian dari kawasan transmigrasi di Parigi Moutong ke pasar Tiongkok. Langkah tersebut meningkatkan harga yang diterima petani secara signifikan.

“Sekarang kami membuka akses offtaker sampai ke Tiongkok. Dampaknya, harga durian yang diterima petani meningkat lima hingga enam kali lipat,” ungkap Menteri Iftitah.

Selain memperkuat akses pasar, Kementerian Transmigrasi mengembangkan setiap kawasan sesuai potensi unggulannya, baik di sektor industri, pariwisata, energi, pertanian, maupun sektor strategis lainnya. Seluruh pengembangan dilakukan berdasarkan kajian ilmiah dan kebutuhan investasi agar mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat transmigrasi maupun masyarakat lokal. 

(Achmad Zulfikar Fazli)