Orang-orang menurunkan karung-karung bawang dari sebuah truk di Bamako, Mali. (Dominic Chavez/World Bank)
7 Negara Eksportir Pangan Terbesar di Dunia, Indonesia Masuk Daftar
Riza Aslam Khaeron • 28 May 2026 11:10
Jakarta: Ketahanan pangan global sangat bergantung pada peran beberapa negara kunci yang menjadi pemasok utama komoditas pertanian.
Ketika harga gandum melonjak, pasokan minyak nabati terganggu, atau produksi kedelai terpukul cuaca ekstrem di suatu wilayah, dampaknya akan langsung dirasakan oleh miliaran orang di belahan bumi lain.
Di tengah dinamika krusial inilah, memahami peta kekuatan negara eksportir pangan terbesar menjadi hal yang sangat penting.
Daftar ini disusun berdasarkan data Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) tahun 2023, yang mengukur nilai ekspor pangan dalam miliar dolar AS beserta pangsa pasar terhadap ekspor pangan global pada tahun 2022.
Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) sendiri mencatat bahwa perdagangan komoditas pertanian utama masih terkonsentrasi pada segelintir negara eksportir utama.
Kondisi ini membuat posisi negara-negara dalam daftar ini bukan sekadar urusan bisnis, melainkan pilar stabilitas pasokan pangan dunia. Berikut adalah tujuh negara terbesar di antaranya.
1. Amerika Serikat — US$185 Miliar (sekitar Rp3.291 Triliun)
Amerika Serikat (AS) memimpin di posisi puncak—jika Uni Eropa tidak dihitung sebagai satu kesatuan (agregat)—dengan nilai ekspor pangan mencapai US$185 miliar (sekitar Rp3.291 triliun) pada tahun 2022, menyumbang sekitar 9,3 persen dari total ekspor pangan dunia.Sepuluh komoditas ekspor andalannya meliputi kedelai, jagung, daging sapi, kacang pohon (tree nuts), daging babi, produk susu, bungkil kedelai, olahan pangan, gandum, serta daging unggas. Ragam produk ini menjadikannya penyokong kebutuhan pangan vital bagi banyak negara.
2. Brasil — US$132 Miliar (sekitar Rp2.348 Triliun)
Brasil mengekor di posisi kedua dengan nilai ekspor pangan sebesar US$132 miliar (sekitar Rp2.348 triliun) pada 2022, menguasai pangsa pasar sekitar 6,6 persen. WTO mencatat bahwa kinerja ekspor pangan Brasil tumbuh sangat pesat pada tahun tersebut, dengan lonjakan tahunan mencapai 35 persen dibanding tahun sebelumnya.Negara Samba ini merupakan pemimpin dunia dalam produksi kedelai, daging unggas, daging sapi, kapas, jagung, dan jus jeruk.
Peran Brasil sangat krusial dalam rantai pasok protein dan pakan global; kedelainya menjadi bahan baku pakan ternak utama di berbagai negara, sementara produk dagingnya menjadi pilar penting dalam perdagangan pangan internasional.
3. Tiongkok — US$88 Miliar (sekitar Rp1.565 Triliun)
Tiongkok mengamankan posisi ketiga dengan nilai ekspor pangan sebesar US$88 miliar (sekitar Rp1.565 triliun) pada 2022, atau menyumbang sekitar 4,4 persen dari total ekspor dunia.Berbeda dengan AS dan Brasil yang mengandalkan ekspor komoditas curah (bulk), kekuatan ekspor pangan Tiongkok justru didominasi oleh produk bernilai tambah tinggi dan hortikultura.
Produk-produk tersebut meliputi sayuran segar dan beku, produk olahan ikan, udang, kerang, kepiting, buah kaleng, jus buah, teh, bawang putih, hingga jamur.
Skala produksi domestik mereka pun sangat masif. Badan Statistik Nasional Tiongkok (NBS) mencatat produksi daging domestik pada 2022 menembus angka 92,27 juta ton, sementara produksi hasil akuatik mencapai 68,69 juta ton.
4. Kanada — US$71 Miliar (sekitar Rp1.263 Triliun)
Kanada menempati peringkat keempat dengan nilai ekspor pangan sebesar US$71 miliar (sekitar Rp1.263 triliun) pada 2022, setara dengan 3,5 persen pangsa pasar dunia. Angka ini menegaskan peran penting Kanada sebagai lumbung pangan utama di kawasan Amerika Utara, khususnya untuk komoditas biji-biji minyak, gandum, daging, dan produk olahan.Hingga tahun 2024, Kanada berhasil mengekspor produk pertanian dan pangan senilai sekitar 100,3 miliar dolar Kanada (sekitar Rp1.288 triliun) ke lebih dari 200 negara.
Sektor agraris Kanada sangat disokong oleh hamparan lahan pertanian luas di wilayah Prairies. Komoditas utama seperti kanola, gandum, sapi, babi, kedelai, kentang, dan produk susu menjadi fondasi ekspor yang kokoh, baik dalam bentuk bahan mentah maupun produk siap konsumsi.
.jpg)
Foto: Atul Loke/FAO
5. Indonesia — US$58 Miliar (sekitar Rp1.032 Triliun)
Indonesia sukses menembus posisi kelima dengan nilai ekspor pangan mencapai US$58 miliar (sekitar Rp1.032 triliun) pada 2022, menyumbang sekitar 2,9 persen dari total perdagangan pangan global. Masuknya Indonesia ke dalam jajaran elit ini membuktikan betapa dominannya komoditas perkebunan tanah air di kancah internasional.Motor utama ekspor Indonesia adalah industri kelapa sawit—komoditas yang menempatkan Indonesia sebagai produsen sekaligus pemasok minyak nabati paling berpengaruh di dunia. Selain sawit, struktur ekspor perkebunan Indonesia juga diperkuat oleh komoditas unggulan lain seperti kopi, kakao, karet, teh, cengkih, kelapa, jambu mete, sagu, pala, dan lada.
Dengan basis perkebunan yang sangat luas, Indonesia memainkan peran strategis dalam menjaga pasokan bahan baku pangan global.
| Baca Juga: 7 Negara Paling Bebas Korupsi di Dunia, Denmark Teratas |
6. Argentina — US$54 Miliar (sekitar Rp961 Triliun)
Argentina berada di posisi keenam dengan nilai ekspor pangan sebesar US$54 miliar (sekitar Rp961 triliun) pada 2022, dengan kontribusi sekitar 2,7 persen terhadap pasar dunia. Negara ini merupakan salah satu kekuatan pertanian utama dari kawasan Amerika Selatan, khususnya untuk komoditas olahan kedelai dan biji-bijian.Argentina adalah salah satu dari dua eksportir terbesar di dunia untuk produk minyak kedelai dan bungkil kedelai, sekaligus produsen global utama untuk jagung dan gandum.
7. India — US$50 Miliar (sekitar Rp889 Triliun)
India melengkapi daftar ini di posisi ketujuh dengan nilai ekspor pangan mencapai US$50 miliar (sekitar Rp889 triliun) pada 2022, menguasai sekitar 2,5 persen pangsa pasar global. Kementerian Perdagangan dan Industri India mencatat bahwa pangsa pasar mereka dalam ekspor biji-bijian dunia melonjak signifikan, dari hanya 3,38 persen pada 2010 menjadi 7,79 persen pada 2022.Di luar komoditas biji-bijian utama, India juga dikenal agresif mengekspor produk pertanian dan pangan olahan melalui lembaga APEDA.
Komoditas seperti beras, produk hewani, rempah-rempah khas, buah-buahan, sayuran, serta makanan olahan menjadikan India sebagai mitra dagang vital bagi wilayah Asia, Timur Tengah, dan Afrika.
Indonesia, dengan posisinya di peringkat kelima, membuktikan bahwa pengelolaan komoditas perkebunan yang optimal mampu menempatkan negeri ini sebagai salah satu penyangga pangan paling berpengaruh di dunia.