Relawan Jhonlin Group Buka Akses Jalan Pascabanjir di Aceh Tamiang

Tim Relawan Solidarity for Humanity Jhonlin Group terus bergerak melakukan pembersihan jalan dari sisa material banjir dan longsor di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh (Foto:Dok.JAR)

Relawan Jhonlin Group Buka Akses Jalan Pascabanjir di Aceh Tamiang

Rosa Anggreati • 6 February 2026 21:02

Aceh Tamiang: Tim Relawan Solidarity for Humanity Jhonlin Group terus bergerak melakukan pembersihan jalan dari sisa material banjir dan longsor di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Hingga Selasa, 3 Februari 2026, akses jalan utama di Desa Kebun Tanjung Semontok, Dusun Makmur, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, berhasil dibuka kembali.
 
Akses transportasi di berbagai desa sempat terputus akibat tertimbun lumpur dan puing, yang membuat distribusi bantuan logistik hingga layanan dasar tersendat. Sebelum relawan datang, sejumlah kecamatan bahkan belum bisa diakses tim tanggap darurat karena kondisi jalan yang rusak dan banjir masih menggenang.
 
Kondisi infrastruktur yang rusak tak hanya berdampak terhadap jalan desa. Layanan kesehatan juga sempat terhenti karena rumah sakit utama di Aceh Tamiang, RSUD Muda Sedia, terendam lumpur, merusak sebagian besar peralatan medis dan obat-obatan sehingga sempat menutup layanan darurat. Kini, layanan kesehatan kembali berjalan namun masih terbatas.
 

 
Pemerintah pusat bersama otoritas daerah berupaya mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Dukungan dari relawan seperti Solidarity for Humanity Jhonlin Group pun terasa sangat membantu masyarakat secara langsung dalam pemulihan infrastruktur desa.
 
Pengawas Alat Tim Relawan Solidarity for Humanity Jhonlin Group, Purnomo Aji, menjelaskan fokus utama kegiatan adalah mengembalikan lebar badan jalan agar dapat dilalui warga dengan nyaman. Menurutnya, pascabencana kondisi jalan menyempit karena kanan dan kiri tertutup material lumpur dan puing.
 
“Material sisa bencana kami bersihkan agar akses jalan kembali terbuka. Sebelumnya warga cukup kesulitan melintas karena jalan menjadi sangat sempit,” ujar Purnomo.
   
Ia berharap, dengan selesainya pembersihan ini, fungsi jalan desa dapat kembali normal sehingga aktivitas sosial dan ekonomi warga bisa segera pulih.
 
“Kami berharap masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti sebelum bencana,” ucapnya.
 
Dengan dibukanya kembali akses jalan utama desa, mobilitas warga Desa Kebun Tanjung Semontok berangsur pulih setelah terdampak banjir dan longsor. Kehadiran relawan serta dukungan alat berat menjadi bagian penting dalam percepatan pemulihan infrastruktur, sekaligus membantu masyarakat kembali menjalankan aktivitas sosial dan ekonomi secara bertahap pascabencana.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Rosa Anggreati)