Apresiasi Capaian Kementerian PKP, KSP: Realisasi Lampaui Target RPJMN

Kepala Staf Kepresidenan (Kastaf) Muhammad Qodari. Dok. Istimewa

Apresiasi Capaian Kementerian PKP, KSP: Realisasi Lampaui Target RPJMN

Achmad Zulfikar Fazli • 2 February 2026 09:44

Jakarta: Kepala Staf Kepresidenan (Kastaf) Muhammad Qodari mengapresiasi capaian Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang berhasil menunjukkan kinerja melampaui target pembangunan perumahan sebagaimana tertuang dalam dokumen RPJMN 2025–2029. Hal itu disampaikan Qodari dalam Forum Peningkatan Integritas Pejabat di Lingkungan Kementerian PKP, Minggu, 1 Februari 2026.

Dalam kesempatan itu, Qodari menegaskan program perumahan rakyat bukan sekadar target angka dan proyek fisik, melainkan bagian dari ikhtiar besar pemerintah untuk menghadirkan keadilan sosial. Menurut dia, rumah layak dan terjangkau adalah pintu masuk utama agar masyarakat kecil bisa hidup lebih aman, lebih sehat, dan lebih bermartabat, hingga pada akhirnya bisa benar-benar tersenyum merasakan hadirnya negara.

Dia menyebut seluruh program prioritas Presiden Prabowo Subianto pada dasarnya bermuara pada satu tujuan utama, memastikan rakyat kecil bisa hidup lebih layak, termasuk melalui kepastian hunian yang terjangkau dan berkualitas.

"Kemarin pidatonya di Davos, salah satu kalimat inti dari Pak Prabowo. Apa beliau ingin apa? Sebagai Presiden yang diberikan amanah oleh para pemimpin Indonesia sebelumnya. Tugas pemimpin adalah membuat yang lemah dan miskin agar tersenyum iso ngguyu," ujar Qodari, dalam keterangannya, dikutip pada Senin, 2 Februari 2026.

Qodari menegaskan hunian bukan sekadar proyek fisik, tetapi bagian dari kebutuhan dasar rakyat yang sangat menentukan kualitas hidup keluarga.

"Nah, kalau bicara PKP Bapak Ibu sekalian sudah pasti kalau kita bicara kehidupan salah satu kebutuhan pokok manusia adalah perumahan tangan sandang, papan pasti Bapak Ibu sekalian di sini tugasnya berat karena targetnya besar," ucap dia.

Qodari menambahkan KSP memiliki mandat membantu Presiden dalam pengendalian program prioritas nasional, termasuk memonitor pelaksanaan program perumahan, melakukan verifikasi di lapangan, serta memastikan program tepat sasaran.

"Nah, KSP itu salah satu tugasnya adalah membantu presiden untuk pengendalian program-program prioritas nasional selain monitoring isu-isu strategis. Makanya KSP mengumpulkan data dari teman-teman KL termasuk dari PKP," beber dia.

Qodari menuturkan berbagai program seperti Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) terus dipantau secara langsung, agar program berjalan sesuai target dan benar-benar dirasakan masyarakat.

“Saya ketemu sering dengan beliau-beliau kenapa karena saya ikut melihat langsung bagaimana program FLPP dilaksana, BSPS dilaksanakan," ungkap dia.

Berdasarkan catatan yang disampaikan dalam forum tersebut, Qodari mengungkapkan target 2025 dalam RPJMN 2025–2029 yang mengacu pada Permen PKP Nomor 14 Tahun 2025 adalah 360.112 unit. Namun, realisasi program perumahan menunjukkan capaian yang jauh lebih tinggi.

"Ini saya dapat catatan ya dari KSP kita kan kasih berdasarkan dokumen dulu di dokumen RPJMN 2025-2029 Permen PKP nomor 14/2025 target 2025, 360.112 unit," beber dia.
 

Baca Juga: 

Menteri PKP Siapkan Rusun Subsidi di Meikarta, Bangun 18 Tower




Ilustrasi rumah. Foto- Dok istimewa

Qodari memaparkan data menunjukkan pembangunan baru mencapai 579.403 unit, peningkatan kualitas 169.172 unit, dengan kontribusi dari berbagai skema termasuk APBN PKP, APBN non-PKP, pengembang, swadaya, hingga gotong royong.

"Kalau saya lihat data Pembangunan baru 579.403 (unit). Peningkatan kualitas 169.172 (unit). APBN PKP 716 (unit), APBN non PKP 10.926, pengembang 362.582, Swadaya 204.030, gotong royong 1.149," ucap dia.

Dia menilai capaian total 748.575 unit merupakan hasil kerja kolektif dan terobosan pembiayaan yang tidak hanya bertumpu pada APBN, tetapi juga mengoptimalkan peluang pembiayaan lain.

"Sudah luar biasa pembiayaan untuk rumah ini ya sehingga tercapai angka 748.575. Kalau patokan RPJMN 360.112 ini 748.575. Betul, Pak. berarti dua kali lipat ya, 100% itu lewatnya," beber dia.

Qodari mengatakan kerja keras jajaran Kementerian PKP harus terus dijaga karena menyangkut hajat hidup rakyat kecil. Bagi Qodari, tidak ada kebahagiaan yang lebih nyata selain melihat rakyat memiliki rumah pertama mereka.

"Harus bersemangat karena Bapak Ibu sekalian memang bekerja untuk membuat yang lemah dan miskin iso guyu. Ada gak yang orang punya rumah, dapat rumah itu bisa senyum? Pasti senyum kan? Pasti ketawa kan? Iya. Apalagi rumah pertama,” ujar dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)