Grobogan Jadi Lokasi Awal Perluasan Program MBG 2026

Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Komisi IX DPR RI memulai sosialisasi perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Grobogan, Jawa Tengah. Dokumentasi/ istimewa

Grobogan Jadi Lokasi Awal Perluasan Program MBG 2026

Deny Irwanto • 3 February 2026 20:24

Grobogan: Harapan akan akses gizi yang lebih baik bagi anak-anak dan kelompok rentan kembali menguat di Grobogan. Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Komisi IX DPR RI memulai sosialisasi perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan Grobogan menjadi daerah pertama untuk penguatan implementasi.

"Bapak Presiden ingin bisa memberikan makan secara gratis bagi seluruh rakyat Indonesia dengan cara mendirikan Badan Gizi Nasional. MBG itu tidak hanya untuk anak sekolah tetapi juga diberikan untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita," kata Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, dalam keterangan pers dikutip Selasa, 3 Februari 2026.

Kick off sosialisasi digelar di Gedung Serbaguna Dewi Sri, Kecamatan Purwodadi, Senin pagi, 2 Februari 2026. Ratusan warga dan pemangku kepentingan hadir mengikuti kegiatan yang menekankan pentingnya pemenuhan gizi sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.

Edy menjelaskan pemerintah menilai perbaikan gizi sejak dini menjadi faktor kunci dalam menekan stunting dan meningkatkan kualitas generasi mendatang.


Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Komisi IX DPR RI memulai sosialisasi perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Grobogan, Jawa Tengah. Dokumentasi/ istimewa

Sementara Wakil Bupati Grobogan, Sugeng Prasetyo, menyatakan pemerintah daerah siap mendukung pelaksanaan program sekaligus mengingatkan pentingnya kepatuhan standar operasional di dapur penyedia makanan bergizi.

"Sebagai program pemerintah, implementasi program dari BGN mutlak untuk didukung dan disukseskan, semua pihak harus mengantisipasi permasalahan yang mungkin terjadi. Pemerintah Daerah tidak bosan untuk meningatkan seluruh pengelola dapur SPPG untuk mengikuti dan mengimplemantasikan SOP yang sudah diberikan, terutama untuk Kepala SPPG dan Ahli Gizi agar tidak terjadi kejadian yang tidak diinginkan," jelas Sugeng. BGN menegaskan bahwa MBG bukan sekadar bantuan pangan, melainkan kebijakan jangka panjang yang diarahkan pada pemerataan gizi dan penguatan kualitas SDM nasional. Program ini juga diharapkan memberi efek ekonomi melalui pemberdayaan dapur layanan gizi dan pelaku usaha pangan lokal.

Plt Deputi Bidang Promosi dan Kerjasama BGN, Gunalan, menilai program serupa telah dijalankan di sejumlah negara dan perlu dijalankan konsisten di Indonesia.

"Beberapa negara juga sudah memulai program sejenis MBG yang diharapkan dan harus dimulai dari hari ini dan sejak tahun 2025, kalau kita mundur lagi karena banyak protes dan lain-lain maka kita membiarkan bangsa kita sendiri menjadi kalah dari yang lain, program jangka panjang ini harus kita mulai untuk anak cucu kita kedepan menuju generasi emas Indonesia ditahun 2045," ungkap Gunalan.

Ia juga mengajak seluruh pihak menjaga kualitas pelaksanaan program di lapangan. Gunalan berharap program MBG bisa berjalan lancer di seluruh daerah tanpa ada kendala.

"Mudah-mudahan di tahun 2026 ini apa yang menjadi permasalahan dan ketakutan kita bersama khususnya yang berhubungan dengan Kejadian Luar Biasa (KLB) bisa kita hindari kita kurangi dengan saling mengingatkan pemerintah daerah hingga satgas MBG," ujar Gunalan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Deny Irwanto)