Ilustrasi - Alat pendeteksi gempa dan gelombang tsunami. ANTARA/HO-BMKG Kendari
Sulawesi Tenggara Diguncang 25 Kali Gempa dalam Sepekan
Silvana Febiari • 28 March 2026 15:08
Kendari: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 25 kejadian gempa bumi mengguncang Sulawesi Tenggara dan sekitarnya selama satu pekan terakhir. Aktivitas tektonik tersebut didominasi oleh gempa bumi dengan magnitudo kecil dan kedalaman dangkal.
"Dari data yang kami himpun, tercatat ada 25 kali kejadian gempa bumi di wilayah Sulawesi Tenggara dalam sepekan ini. Secara umum, gempa-gempa tersebut tidak berpotensi tsunami," kata Pelaksana Tugas (Plt) Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar Nasrol Adil, dilansir dari Antara, Sabtu, 28 Maret 2026.
Ia menjelaskan bahwa frekuensi kegempaan ini dipicu oleh aktivitas sesar-sesar lokal yang cukup aktif di wilayah jazirah tenggara Pulau Sulawesi. Sebagian besar pusat gempa berada di daratan dan perairan sekitar Kabupaten Konawe kepulauan, Kabupaten Konawe Selatan, dan Kota Kendari.
Meski jumlah kejadian mencapai puluhan kali, Nasrol menyebutkan hanya sebagian kecil dari gempa tersebut yang getarannya dapat dirasakan oleh masyarakat dengan skala intensitas II hingga III MMI.
"Masyarakat diimbau untuk tidak panik namun tetap waspada. Pastikan struktur bangunan rumah tahan gempa atau memiliki jalur evakuasi yang jelas jika sewaktu-waktu terjadi guncangan yang lebih kuat," tambahnya.
Nasrol merinci gempa bumi yang terjadi dalam sepekan tersebut, antara lain:
- Minggu, 22 Maret 2026: tiga kali gempa di Konawe Selatan (M 1,6), Kolaka Timur (M 1,4), dan Konawe (M 2,8).
- Senin, 23 Maret 2026: tiga kali gempa di Konawe (M 1,6) dan Kolaka Timur (2 kali guncangan: M 2,2 dan M 1,5).
- Selasa, 24 Maret 2026: lima kali gempa, didominasi Kolaka Timur (4 kali: M 1,4; 1,8; 2,0; 1,5) dan Kota Kendari (M 2,0).
- Rabu, 25 Maret 2026: tiga kali gempa di Kota Kendari (M 2,2), Kolaka Timur (M 1,3), dan Konawe (M 1,8).
- Kamis, 26 Maret 2026: lima kali gempa di wilayah berbeda: Buton Utara (M 1,7), Kolaka Utara (M 2,8), Muna (M 2,0), Kendari (M 2,2). Puncaknya di Konawe Kepulauan (M 4,9).
- Jumat, 27 Maret 2026: lima kali gempa di Kolaka Timur (3 kali: M 1,7; 1,7; 2,5), Konawe Selatan (M 2,0), dan Buton Selatan (M 2,2).
- Sabtu, 28 Maret 2026: satu kali gempa terakhir (hingga laporan dibuat) di Kabupaten Kolaka (M 1,8).
“Selama periode 22 hingga 28 Maret 2026, tercatat 25 kejadian gempa bumi di Sultra. Dari jumlah tersebut hanya satu gempa yang dirasakan masyarakat dan tidak ada laporan kerusakan,” sebut Nasrol.
.jpg)
Ilustrasi gempa. Foto: Medcom.id.
Dia meminta warga untuk tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya terkait prediksi gempa besar. Informasi resmi mengenai parameter gempa bumi hanya bersumber dari kanal komunikasi terverifikasi milik BMKG.
"BMKG akan terus melakukan pemantauan selama 24 jam penuh guna memberikan informasi cepat dan akurat sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana di wilayah Sulawesi Tenggara," tambahnya.