Selat Hormuz Terganggu, Negara Teluk Wacanakan Pembangunan Pipa Alternatif

Selat Hormuz jadi perairan penting dalam rute perdagangan minyak. (Anadolu Agency)

Selat Hormuz Terganggu, Negara Teluk Wacanakan Pembangunan Pipa Alternatif

Willy Haryono • 28 March 2026 11:17

Teheran: Negara-negara Teluk Persia mempertimbangkan jalur pasokan energi alternatif, termasuk pembangunan pipa, menyusul gangguan di Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi minyak dan gas global.

Laporan Financial Times pada Jumat kemarin, mengutip diplomat kawasan yang tidak disebutkan namanya, menyebut opsi tersebut muncul sebagai respons atas potensi aturan transit yang lebih ketat dari Iran di selat strategis tersebut.

“Negara-negara Teluk akan mencari alternatif, seperti membangun jalur pipa,” kata diplomat tersebut, dilansir dari Antara, Sabtu, 28 Maret 2026.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Vahid Jalalzadeh menyatakan Teheran tengah menyusun kerangka hukum baru untuk pengelolaan Selat Hormuz pascakonflik, dengan rencana bekerja sama dengan Oman.

Ketegangan di kawasan meningkat sejak serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran pada 28 Februari, yang kemudian dibalas Teheran melalui serangan ke Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Situasi tersebut memicu gangguan signifikan di Selat Hormuz, yang secara de facto membatasi lalu lintas kapal energi dari kawasan Teluk ke pasar global.

Dampaknya, ekspor dan produksi minyak di kawasan ikut terganggu, yang berujung pada lonjakan harga energi di pasar internasional.

Baca juga:  Iran Berencana Tarik Pungutan Biaya bagi Kapal Melintas Selat Hormuz

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)