Pemberdayaan Jadi Kunci Utama UMKM Ultra Mikro Naik Kelas

Nasabah PNM mengedukasi anak jalanan di Bekasi. Foto: Istimewa

Pemberdayaan Jadi Kunci Utama UMKM Ultra Mikro Naik Kelas

28 January 2025 06:19

Jakarta: Ketergantungan pelaku usaha ultra mikro pada akses pembiayaan tanpa penguatan kapasitas manajerial dinilai berisiko memperburuk stabilitas ekonomi rumah tangga. Tanpa literasi keuangan dan pendampingan yang konsisten, penyaluran modal di level akar rumput justru berisiko menjadi beban utang baru yang tidak produktif.

Masalah utama pada segmen ultra mikro saat ini bukan lagi sekadar sulitnya akses perbankan, melainkan rendahnya daya tahan bisnis. Data menunjukkan pelaku usaha di lapisan ini masih berkutat pada manajemen keuangan tradisional, akses pasar yang terisolasi, hingga kerentanan tinggi terhadap guncangan eksternal seperti fluktuasi harga komoditas.

Sekretaris Perusahaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), L. Dodot Patria Ary, mengakui bahwa pola pembiayaan tunggal tanpa intervensi edukasi sulit mendorong perubahan status usaha. Menurutnya, pembiayaan seharusnya hanya menjadi alat pemicu, sementara mesin penggeraknya adalah pemberdayaan.

"Kredit yang tidak dibarengi peningkatan kapasitas akan sulit mendorong produktivitas. Fokusnya harus beralih pada bagaimana membangun kapasitas dan menumbuhkan kepercayaan diri nasabah agar usaha mereka berkelanjutan," ujar Dodot.

Di lapangan, model intervensi yang mulai lazim digunakan adalah penguatan berbasis kelompok. Pola ini mengandalkan disiplin kolektif dan pendampingan rutin untuk memitigasi risiko gagal bayar yang sering muncul akibat minimnya pemahaman manajemen risiko oleh pelaku usaha.

Secara makro, penguatan kapasitas di tingkat ultra mikro ini dipandang penting untuk menciptakan efek domino bagi ekonomi komunitas. Stabilitas pendapatan pada level ini menjadi kunci ketahanan ekonomi nasional dalam menghadapi ancaman resesi atau perlambatan daya beli.

Salah satu contoh adalah model yang dijalankan oleh PNM. Melalui pembiayaan ultra mikro yang disertai pendampingan rutin dan berbasis kelompok, PNM menempatkan para ibu-ibu pengusaha yang tergabung dalam program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) bukan semata sebagai debitur, melainkan sebagai mitra dalam pembangunan ekonomi.

Ekosistem pemberdayaan dan pembiayaan yang dibangun oleh PNM menciptakan multiplier effect yang lebih kuat. Peningkatan kapasitas individu akan berdampak pada produktivitas usaha, stabilitas pendapatan rumah tangga, hingga ketahanan ekonomi komunitas lokal.

"Keberhasilan UMKM tidak hanya diukur dari besarnya penyaluran dana, tetapi dari sejauh mana mereka mampu mengelola, mengembangkan, dan mempertahankan usahanya hingga memberi dampak sosial bagi lingkungan sekitarnya," kata Dodot.

Keberhasilan sektor ini tidak boleh lagi diukur hanya dari pertumbuhan angka penyaluran kredit (PDB), melainkan dari angka migrasi pengusaha yang berhasil naik kelas secara kualitas.

Ke depan, efektivitas program pemberdayaan akan menjadi parameter utama dalam menentukan apakah UMKM mampu benar-benar menjadi tulang punggung ekonomi atau hanya sekadar sektor penahan jaring pengaman sosial.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com