Ilustrasi. Foto: Dok MI
Deregulasi dan Debirokratisasi Pemerintah Diyakini Dorong Peningkatan Investasi
Naufal Zuhdi • 6 May 2025 20:59
Jakarta: Wakil Ketua Umum bidang Perdagangan dan Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Pahala Mansury turut mengomentari soal pertumbuhan ekonomi Indonesia yang hanya mencapai 4,87 persen pada kuartal I-2025. Meski di bawah target lima persen, Pahala tetap optimistis dengan tren ke depan.
"Kita tentunya masih cukup tetap optimistis ya. Pemerintah telah mencanangkan program deregulasi dan debirokratisasi yang kami harap bisa mendorong peningkatan investasi dan ekspor bersih ke depan," ujar Pahala dikutip Selasa, 6 Mei 2025.
Ia menambahkan, jika dibandingkan dengan pertumbuhan negara lain, capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia masih relatif baik.
"Kita masih tetap cukup optimis bahwa pertemuan kita juga di masa-masa mendatang ini, khususnya di tiga kuarta; mendatang ini masih bisa lebih baik dibandingkan apa yang dicapai di kuartal pertama," tutur Pahala.
Baca juga:
Ekonomi Cuma Tumbuh 4,87%, Kadin: Ini Menjadi Warning |
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)
Puluhan perjanjian internasional
Di samping itu, ia menyatakan bahwa Indonesia saat ini memiliki hampir 26 perjanjian perdagangan internasional, termasuk CEPA dengan berbagai negara. Menurut Pahala, optimalisasi pemanfaatan perjanjian-perjanjian tersebut sangat penting untuk meningkatkan kinerja ekspor dan posisi Indonesia dalam rantai pasok produksi global."Kita harus memiliki mindset untuk menjadikan Indonesia bagian dari global supply chain atau rantai pasok produksi dunia," ungkapnya.