Impact Hub Jakarta Pertemukan Korporasi Dan Starup Kelola Limbah Jadi Komoditas.
Impact Hub Jakarta Pertemukan Korporasi dan Starup Kelola Limbah Jadi Komoditas
22 January 2025 21:15
Jakarta: Kolaborasi pengelolaan limbah industri antara korporasi dan startup penyedia solusi lingkungan diperkenalkan dalam penutupan program Sustainable Procurement Lab (SUPR Lab) di Jakarta. Proyek ini menargetkan pengurangan volume sampah residu yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) melalui model ekonomi sirkular.
Head of Programme Impact Hub Jakarta, Sean Bunjamin, menyatakan program yang dimulai sejak April 2025 ini bertujuan mempertemukan korporasi yang memiliki tantangan pengelolaan limbah dengan startup penyedia solusi teknologi hijau.
“Kami mendampingi setiap kolaborasi sebagai fasilitator dan penghubung ekosistem untuk mendorong penerapan ekonomi sirkular secara praktis dan nyata,” ujar Sean dalam acara penutupan SUPR Lab di Jakarta, Kamis.
Tiga kolaborasi strategis yang dipamerkan meliputi kemitraan Anomali Coffee dengan Parongpong RAW Lab dalam pengolahan ampas kopi menjadi material bangunan, Lawless Burgerbar dengan Waste4Change untuk konversi sampah organik menjadi pakan ternak, serta Bank Central Asia (BCA) dengan The New Factory yang mendaur ulang seragam bekas karyawan menjadi produk fungsional.
Co-owner Lawless Burgerbar, Roni Pramaditia, melaporkan efektivitas kolaborasi ini dalam mereduksi sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Menurutnya, Lawless kini mampu menyerap rata-rata 507 kilogram sampah organik per bulan untuk dijadikan pakan maggot melalui Waste4Change. "Dalam tiga bulan terakhir, total sampah yang terserap mencapai 1.278 kilogram," kata Roni.
Senada dengan itu, CEO Parongpong RAW Lab, Rendy Aditya Wachid, menargetkan material baru hasil riset ampas kopi tersebut dapat mendukung kapasitas pengolahan hingga 100 ton per hari di lokasi mereka yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Bali. Material tersebut kini telah dikonversi menjadi ubin bangunan, panel arsitektur, hingga furnitur modular.
Sean Bunjamin menambahkan, program SUPR Lab dipastikan akan berlanjut pada tahun 2026. Langkah ini diambil guna memperkuat sinergi antara startup dan korporasi serta meningkatkan visibilitas solusi keberlanjutan di pasar yang lebih luas.