Tangkapan layar Kepala PVMBG Badan Geologi Rita Susilawati memberikan keterangan dalam video konfirmasi terkait fenomena blue fire Kawah Gunung Papandayan, Jawa Barat. ANTARA/HO-Badan Geologi
PVMBG Ungkap Penyebab Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan
Whisnu Mardiansyah • 28 September 2026 14:51
Garut: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menjelaskan penyebab munculnya fenomena api biru (blue fire) di Kawah Manuk, Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat. Fenomena tersebut dipicu keluarnya gas vulkanik bersuhu tinggi dengan konsentrasi di atas ambang normal.
Kepala PVMBG Badan Geologi Rita Susilawati mengatakan fenomena blue fire di Gunung Papandayan pertama kali teramati pada 24 September 2026. Nyala api berwarna kebiruan muncul saat gas belerang bersuhu tinggi dari retakan fumarol bereaksi dengan oksigen di udara.
Tim ahli Badan Geologi yang melakukan pemeriksaan langsung menemukan pelepasan gas vulkanik dengan konsentrasi di atas batas aman kesehatan. Gas sulfur dioksida (SO2) terukur mencapai 230 ppm, sedangkan hidrogen sulfida (H2S) mencapai 120 ppm.
Suhu dan konsentrasi gas yang tinggi juga dapat membakar material belerang yang menempel di sekitar dinding kawah.
"Fenomena blue fire di Papandayan ini sebetulnya bukan yang pertama kali. Badan Geologi mencatat fenomena serupa pernah terjadi di Kawah Baru pada 22 Februari 2023 dan 12 Juli 2025, sedangkan tahun 2026 ini ditemukan di Kawah Manuk," kata dia, seperti dilansir Antara, Senin, 28 September 2026.
Berbeda dengan Blue Fire Gunung Ijen
Rita menjelaskan fenomena blue fire di Gunung Papandayan berbeda dengan yang terjadi di Gunung Ijen. Gunung Ijen memiliki solfatar dengan kadar belerang tinggi secara konstan.
Sementara itu, fenomena blue fire di Papandayan tergolong jarang dan hanya muncul saat suhu serta konsentrasi gas mencapai kondisi tertentu.
Untuk mengantisipasi risiko paparan gas vulkanik, PVMBG menetapkan jarak aman sejauh 500 meter dari kawah aktif Gunung Papandayan.

Suasana kawasan kawah Gunung Papandayan yang mengalami peningkatan aktivitas vulkanik dan kemunculan api biru (blue fire) pada 24 September 2026. (ANTARA/HO-BBKSDA Jabar)
PVMBG juga melarang aktivitas berkemah di area yang memiliki potensi paparan gas. Langkah tersebut ditujukan untuk melindungi pengunjung dan pendaki.
"Kita memang boleh menikmati fenomena tersebut, tetapi mohon diperhatikan juga rekomendasi tersebut ya demi untuk keamanan kita bersama, terutama karena kawah aktif ini di Gunung Papandayan bisa mengeluarkan gas-gas vulkanik yang berbahaya bagi kesehatan, seperti itu ya kira-kira," kata Rita.
PVMBG mengingatkan pengunjung dan pendaki untuk mengikuti rekomendasi keselamatan selama berada di kawasan Gunung Papandayan.