Satgas Karhutla Tetap Siaga di Riau Meski Nihil Titik Api

Personel gabungan melakukan patroli dan pemantauan di area terdampak karhutla. (Foto: Istimewa)

Satgas Karhutla Tetap Siaga di Riau Meski Nihil Titik Api

Silvana Febiari • 22 October 2026 17:47

Pekanbaru: Tim satuan tugas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau tetap disiagakan di lapangan. Langkah ini dilakukan meski tidak ada laporan titik api maupun penanganan lahan terbakar di wilayah tersebut.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton Panjaitan mengatakan Riau merupakan satu dari tiga provinsi prioritas penanganan karhutla. Wilayah Riau tercatat nihil penanganan karena sudah tidak ada lagi laporan lahan terbakar.

"Meskipun demikian, keberadaan personel di Riau tetap dipertahankan agar siap sedia setiap saat apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk memadamkan potensi kebakaran baru maupun dikerahkan membantu penanganan di daerah lain," kata Berton, dilansir dari Antara, Kamis, 22 Oktober 2026. 


Direktorat Pengendalian Operasi BNPB mencatat saat ini total penanganan karhutla seluas 7.219 hektare di Pulau Sumatra meliputi Sumatra Selatan seluas 5.194 hektar dan Jambi seluas 2.025 hektar.

Secara keseluruhan, kekuatan personel satgas darat yang disiagakan di tiga provinsi tersebut mencapai 33.106 orang. Mereka terdiri atas 12.285 personel di Sumatra Selatan, 5.984 personel di Jambi, serta kekuatan yang tetap disiagakan di Riau.

Selain pengerahan satgas darat, penanganan juga didukung melalui operasi udara yang melibatkan 17 unit armada udara utama untuk kegiatan water bombing, patroli, hingga operasi modifikasi cuaca.


Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan memberikan penjelasan terkait perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kantor BNPB Pusat, Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026. ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo)

Pelaksanaan OMC harian difokuskan di wilayah Sumatra Selatan melalui penyemaian 4.000 kilogram dry ice atau es kering serta 800 kilogram NaCl atau garam dalam enam sorti penerbangan di sekitar Palembang, Banyuasin, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Ogan Ilir.

Sementara itu, untuk Provinsi Riau pelaksanaan OMC telah resmi berakhir sejak 25 September 2026 menyusul turunnya hujan secara alamiah di wilayah tersebut. Sedangkan di Jambi operasi modifikasi cuaca belum dapat dilakukan karena pertumbuhan awan yang kurang mendukung.

(Silvana Febiari)