Kebakaran di TN Berbak Sembilang Ancam Habitat Harimau Sumatra

Ilustrasi: Harimau Sumatera masuk kandang jebak di Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan. ANTARA/HO-Dok Warga

Kebakaran di TN Berbak Sembilang Ancam Habitat Harimau Sumatra

Jian Piere Papin • 22 October 2026 07:56

Palembang: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang merembet ke kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS), di perbatasan Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan, mengancam kelestarian habitat satwa liar, termasuk harimau Sumatra. Luas lahan yang terbakar di sektor Sumatra Selatan yang berbatasan dengan kawasan konservasi tersebut diperkirakan mencapai 4.000 hingga 5.000 hektare.

Api diduga berasal dari aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar di kawasan Bagan 9, Desa Tanah Pilih, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan. Berdasarkan penyelidikan awal kepolisian bersama pihak TNBS di Banyuasin, kobaran api kemudian merambat ke kawasan taman nasional.

Angin kencang dan kondisi lahan gambut yang sangat kering diduga mempercepat penyebaran api hingga melampaui sekat pembatas. Kebakaran tersebut menjadi ancaman bagi kawasan konservasi yang menjadi habitat berbagai satwa liar, termasuk harimau Sumatra.

Berdasarkan data satuan tugas karhutla, luas area terbakar di sektor Sumatra Selatan mencapai sekitar 4.000-5.000 hektare. Angka tersebut mencakup sekitar 2.000 hektare di kawasan inti Sembilang dan sekitar 3.000 hektare lahan milik warga serta area penggunaan lain di Kabupaten Banyuasin.
 


Tim satuan tugas karhutla yang terdiri atas Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta personel TNI dan Polri masih berupaya memadamkan api di sejumlah titik. Penanganan dilakukan di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung dan Muaro Jambi di Provinsi Jambi, serta Kabupaten Banyuasin di Sumatra Selatan.

Upaya pemadaman menghadapi kendala berupa terbatasnya pasokan air, terutama di sejumlah sungai di Kabupaten Banyuasin. Selain melalui jalur darat, penanganan kebakaran juga mengandalkan dukungan helikopter untuk operasi pengeboman air atau water bombing dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kapolda Sumatra Selatan Irjen Pol Rony Samtana Tarigan mengimbau masyarakat menghentikan praktik pembukaan lahan dengan cara membakar untuk mencegah kebakaran semakin meluas.


Kondisi kebakaran di lahan gambut Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi. ANTARA/Agus Suprayitno.


"Jadi memang di beberapa lokasi masih ada kebakaran lahan jadi kita polisi, BPBD TNI dan Manggala Agni . Kami mengharapkan agar masyarakat stop membakar lahan dengan cara dibakar,” kata Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Rony Samtana Tarigan, Kamis, 22 Oktober 2026.

Dalam penanganan perkara tersebut, Polres Banyuasin telah menetapkan sembilan orang sebagai tersangka. Mereka diduga membakar lahan untuk membuka area perkebunan dengan tujuan menekan biaya pembukaan lahan.

Kebakaran yang merambah kawasan TNBS menjadi perhatian dalam upaya perlindungan ekosistem dan habitat satwa liar. Karena itu, pemadaman terus dilakukan bersamaan dengan imbauan kepada masyarakat agar tidak menggunakan api untuk membuka lahan.

(Whisnu M)