Fase Kedua Prospera Diluncurkan, Kerja Sama Ekonomi RI-Australia Makin Kuat

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartato bersama Menlu Australia Penny Wong luncurkan Prospes fase kedua. Foto: Kedubes Australia

Fase Kedua Prospera Diluncurkan, Kerja Sama Ekonomi RI-Australia Makin Kuat

Fajar Nugraha • 22 October 2026 20:10

Jakarta: Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong, dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Dr. Airlangga Hartarto, secara resmi meluncurkan fase kedua dari Kemitraan Australia untuk Pembangunan Ekonomi, Prospera, 2026–2035.

Menteri Keuangan Republik Indonesia, Suahasil Nazara, turut hadir dalam acara peluncuran tersebut bersama lebih dari 100 pejabat senior pemerintah serta mitra dan sahabat Prospera lainnya.

Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong, menyampaikan bahwa fase berikutnya dari Prospera mencerminkan semangat kerja sama yang telah terjalin kuat dan berkelanjutan antara kedua negara.

“Fase berikutnya dari Prospera, Kemitraan Australia-Indonesia untuk Pembangunan Ekonomi, menegaskan kembali dukungan kami terhadap ambisi ekonomi Indonesia,” ujar Menlu Wong, seperti dikutip dari keterangan Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Kamis 22 Oktober 2026.

“Dengan total pendanaan sebesar 420 juta dolar Australia selama sepuluh tahun ke depan, program ini melanjutkan 30 tahun dukungan Australia terhadap pembangunan ekonomi Indonesia,” ujar Menteri Wong.

Sementara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Pemerintah Indonesia menyambut baik fase kedua Prospera dan menyambut baik keberlanjutan kerja sama dengan Australia di bidang kebijakan ekonomi.

“Selanjutnya, kemitraan ini diharapkan dapat terus mendukung prioritas pembangunan dan tujuan ekonomi Indonesia,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Prospera mempertemukan lebih dari 30 lembaga pemerintah Indonesia dan Australia, melanjutkan tradisi panjang kedua negara dalam bekerja sama menghadapi tantangan dan krisis, mengidentifikasi peluang ekonomi baru, serta mendorong kemakmuran bersama.

Dalam 10 tahun ke depan, Prospera akan terus memperluas kerja sama bilateral guna memperkuat ketahanan ekonomi Australia dan Indonesia.

Program ini juga akan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat, berkelanjutan, dan inklusif, berkontribusi pada upaya Indonesia untuk bergabung dengan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), serta membantu meningkatkan peluang ekonomi, termasuk bagi perempuan dan penyandang disabilitas.

(Fajar Nugraha)