Bandara Internasional Sentani , Kabupaten Jayapura. ANTARA/Evarukdijati
16 Bandara di Papua Terdampak Kabut Asap Karhutla
Silvana Febiari • 18 October 2026 12:51
Jakarta: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memantau dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap operasional 16 bandar udara di Papua. Kabut asap akibat karhutla berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan karena dapat menurunkan jarak pandang di sekitar bandara.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa mengatakan, pihaknya melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I hingga Wilayah X terus berkoordinasi dengan penyelenggara bandar udara, AirNav Indonesia, maskapai penerbangan, BMKG, serta instansi terkait.
"Koordinasi ini dilakukan untuk memantau perkembangan situasi di masing-masing wilayah dan memastikan keselamatan serta keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas," kata Lukman, dilansir dari Antara, Minggu, 18 Oktober 2026.
Berdasarkan laporan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah X pada Kamis, 15 Oktober 2026, terdapat 16 bandara di wilayah kerjanya yang operasionalnya terdampak kabut asap akibat karhutla. Berikut rinciannya:
Provinsi Papua
- Bandar Udara Sentani.Provinsi Papua Tengah
- Bandar Udara Mozes Kilangin (Timika).- Bandar Udara Ilaga.
- Bandar Udara Ilu.
Provinsi Papua Pegunungan
- Bandar Udara Wamena.- Bandar Udara Oksibil.
- Bandar Udara Dekai.
Provinsi Papua Selatan
- Bandar Udara Mopah (Merauke).- Bandar Udara Tanah Merah.
- Bandar Udara Kepi.
- Bandar Udara Ewer.
- Bandar Udara Bade.
- Bandar Udara Senggo.
- Bandar Udara Manggelum.
- Bandar Udara Yaniruma.
- Bandar Udara Mindiptanah.

Bandara Nop Goliat Dekai. (Dokumentasi/ Kemenhub)
Kemenhub menyebutkan, kabut asap dapat menurunkan jarak pandang di sekitar bandar udara sehingga berpotensi menyebabkan keterlambatan, penundaan, maupun pembatalan penerbangan. Setiap keputusan operasional penerbangan diambil dengan mengutamakan aspek keselamatan.
Masyarakat dan pengguna jasa transportasi udara diimbau tetap tenang apabila terjadi penyesuaian jadwal penerbangan akibat kondisi asap. Penumpang juga diminta memantau informasi penerbangan terkini melalui maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara.
"Masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi," ucap Lukman.
Penumpang diharapkan memperhatikan perkembangan cuaca dan memantau informasi penerbangan terkini melalui maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandar udara. "Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan menyampaikan informasi lebih lanjut sesuai dengan perkembangan situasi dan hasil koordinasi dengan instansi terkait," jelas Lukman.