Penanganan Karhutla di Banjarmasin Diperkuat Melalui Darat dan Udara

Petugas BPBD Kota Banjarmasin, Kalsel saat melakukan pembasahan di wilayah kebakaran lahan di daerah Sungai Andai, Banjarmasin Utara. ANTARA/HO-BPBD Banjarmasin

Penanganan Karhutla di Banjarmasin Diperkuat Melalui Darat dan Udara

Silvana Febiari • 7 October 2026 12:14

Banjarmasin: Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui darat dan udara yang didukung operasi water bombing. Karhutla telah terjadi di sejumlah wilayah sejak Juli dan meningkat memasuki Oktober 2026.

“Dari Juli, Agustus, September hingga Oktober trennya meningkat. Terhitung sejak Juli sampai Oktober ini, ada 71 kejadian,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin Husni Thamrin, dilansir dari Antara, Rabu, 7 Oktober 2026. 

Berdasarkan data BPBD, Sungai Andai Banjarmasin Utara menjadi wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak dengan 12 kejadian. Selanjutnya Basirih Selatan, Banjarmasin Selatan tujuh kejadian, kemudian di wilayah Banjarmasin Barat, yakni di Pemurus Dalam enam kejadian, Tanjung Pagar enam kejadian, dan Kuripan tiga kejadian.


Dalam perkembangan terakhir, kebakaran lahan terjadi di sejumlah wilayah, di antaranya Tatah Belayung, Kelurahan Tanjung Pagar, dan Sungai Biuku Terantang, Kelurahan Sungai Andai. BPBD dan Damkar Kota Banjarmasin dikerahkan untuk melakukan pemadaman bersama unsur terkait.

Untuk mempercepat respons, Pemerintah Kota Banjarmasin membentuk Tim Siaga Dampak Kebakaran Hutan dan Lahan serta Kabut Asap Kota Banjarmasin. Posko Komando atau Posko Induk kemudian beroperasi di Kantor BPBD Kota Banjarmasin sebagai pusat koordinasi penanganan.

Seiring meningkatnya kejadian, BPBD mendirikan tiga pos lapangan di wilayah Pemurus Dalam, Sungai Andai, dan Sungai Lulut. Ketiga pos tersebut diperkuat personel gabungan dan beroperasi selama 24 jam dalam dua shift.

Personel yang terlibat terdiri dari BPBD Kota Banjarmasin, Damkar Pemkot Banjarmasin, Damkar Swakarsa, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.

Pos lapangan tidak hanya digunakan saat terjadi kebakaran. Petugas bersama FPRB juga memantau dan membasahi lahan kering yang berpotensi terbakar, dengan dukungan unit tangki dan peralatan portabel untuk memastikan ketersediaan air saat pemadaman.

"Dalam mendukung kebutuhan air untuk pemadaman, PAM Bandarmasih turut memasok air yang digunakan oleh tim di sejumlah titik kebakaran," ujarnya.


Personel Manggala Agni berjibaku memadamkan api di lahan terbakar mendekati pemukiman di Banjarbaru, Minggu, 23 Agustus 2026. (ANTARA/Firman)


Selain penanganan di dalam kota, tim Banjarmasin juga beberapa kali memberikan bantuan pemadaman di wilayah yang berbatasan dengan Kota Banjarmasin, termasuk Kabupaten Banjar dan Kabupaten Barito Kuala. Bantuan tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan BPBD dan pihak terkait di masing-masing wilayah.

Selain menangani karhutla di dalam kota, tim Banjarmasin juga membantu pemadaman di wilayah perbatasan, seperti Kabupaten Banjar dan Barito Kuala. Bantuan dilakukan melalui koordinasi dengan BPBD dan pihak terkait di masing-masing daerah.

"Dukungan operasi udara tersebut melengkapi pemadaman yang dilakukan tim di darat untuk mempercepat pengendalian kebakaran dan mencegah api meluas," ungkapnya.

(Silvana Febiari)