Menteri UMKM Maman Abdurrahman. Foto: Metrotvnews.com/Muhammad Adyatma Damardjati.
Terdaftar KUR, 23 Ribu Pendaftar Banpres UMKM Dicoret
Husen Miftahudin • 29 October 2026 10:57
Jakarta: Kementerian UMKM mencatat sekitar 23 ribu pendaftar Bantuan Presiden (Banpres) untuk pelaku usaha mikro terdampak bencana Sumatra dicoret. Mereka tereliminasi karena sudah terdaftar sebagai penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR).
"Dari 173 data yang masuk, ter-cleansing menjadi 112. Yang kedua, ada kurang lebih sekitar 23 ribu yang dia sudah masuk dalam daftar penerima KUR," kata Menteri UMKM Maman Abdurrahman dalam rapat di Kantor Kemendagri, Jakarta, dikutip Kamis, 29 Oktober 2026.
Maman menjelaskan penyaringan dilakukan melalui verifikasi Dukcapil dan OJK. Selain 23 ribu penerima KUR, sejumlah data tereliminasi karena anomali kependudukan.
"Dari 173 ribu menjadi 112 ribu itu disebabkan pertama karena ada data anomali setelah verifikasi di Dukcapil, lalu yang kedua sekitar 23 ribu yang sudah masuk daftar penerima KUR," jelas Maman.
(Ilustrasi. Foto: Metrototvnews.com/Husen)
Harus memenuhi kriteria non-KUR dan non-ASN
Maman menegaskan penerima Banpres rehabilitasi khusus bagi warga yang belum terakses perbankan. Menurutnya, penerima harus memenuhi kriteria non-KUR dan non-ASN.
"Mereka yang sama sekali belum terakses di perbankan. Apabila mereka sudah terdaftar sebagai nasabah KUR, mereka tidak berhak lagi karena kita sudah menyiapkan kebijakan penanganan untuk meringankan beban mereka di perbankan," tegas Maman.
Maman menyebut dari 173.641 data usulan yang masuk, 112.849 dinyatakan valid. Data itu siap direalisasikan pada tahap pertama. "Total tahap pertama yang akan kita realisasikan sebanyak 112.849 orang, masing-masing mendapatkan Banpres untuk rehabilitasi usaha sebesar Rp3 juta," ujar Maman.
Maman menambahkan penugasan Kementerian UMKM tidak hanya penyaluran Banpres. Pihaknya juga melakukan pemberdayaan 12.380 UMKM dan perbaikan 11 alat produksi.
"Ada revitalisasi satu rumah produksi bersama dan penyediaan delapan titik layanan Klinik UMKM Bangkit di wilayah bencana," tutur Maman. (Muhammad Adyatma Damardjati)