Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi. (KKIA)
Serangan di Bandara Arab Saudi Tewaskan 12 Orang, Lebih dari 300 Terluka
Willy Haryono • 11 October 2026 08:18
Riyadh: Serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 309 lainnya, menurut Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA).
Dalam pernyataan pada Minggu dini hari, 11 Oktober 2026, GACA mengatakan serangan yang terjadi pada Sabtu malam itu menewaskan empat warga negara Arab Saudi, dua warga Bangladesh, satu warga Amerika Serikat, satu warga Mesir, satu warga Yordania, satu warga Suriah, satu warga Palestina, dan satu warga Sudan.
Mengutip dari Al Jazeera, GACA mengatakan sejumlah korban luka berada dalam kondisi kritis dan mereka semua sedang mendapat perawatan di rumah sakit. Serangan tersebut juga menyebabkan kerusakan properti yang masih dalam proses pendataan.
Operasional bandara sempat dihentikan sementara setelah serangan. GACA sebelumnya mengatakan pihak berwenang tengah menilai kerusakan dan memastikan jumlah korban luka.
Koalisi pimpinan Arab Saudi yang memerangi Houthi di Yaman menuding kelompok tersebut sebagai pelaku serangan terhadap terminal penumpang Bandara King Khalid. Koalisi menyebut serangan itu sebagai "kejahatan perang sepenuhnya."
Juru bicara koalisi, Mayor Jenderal Turki al-Malki, mengatakan pihaknya akan "merespons secara tegas serangan teroris ini sesuai dengan Hukum Humaniter Internasional Kebiasaan."
Al-Malki juga mengonfirmasi insiden terpisah. Dalam unggahan di X, dia mengatakan "sebuah proyektil jatuh di sekitar Bandara Internasional King Fahd di Dammam."
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengatakan Washington "sangat mengutuk" serangan Houthi terhadap Arab Saudi, termasuk serangan pada Sabtu terhadap Bandara King Khalid. Hingga laporan ini dibuat, Houthi belum mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
"Serangan tercela ini menunjukkan pengabaian terang-terangan terhadap nyawa warga sipil yang tidak bersalah. Serangan ini harus dihentikan sekarang," kata Rubio dalam unggahan di media sosial pada Sabtu.
Serangan Houthi terhadap Bandara King Khalid pada Kamis lalu menewaskan sedikitnya tiga warga negara Arab Saudi, termasuk seorang pilot, menurut GACA.
Konflik Yaman
Kelompok pemberontak Houthi di Yaman terlibat perang dengan Riyadh dan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi di Aden.Koresponden Al Jazeera di Yaman, Yousef Mawry, melaporkan pada Sabtu bahwa Houthi belum mengklaim bertanggung jawab atas serangan terbaru tersebut.
Namun, kelompok yang didukung Iran itu telah memperingatkan perusahaan penerbangan untuk menghindari wilayah udara Arab Saudi. Houthi mengatakan setiap pesawat yang beroperasi di wilayah tersebut, kecuali di atas kota suci Makkah dan Madinah, akan menjadi target.
Sebelumnya pada Sabtu, Bandara King Khalid meminta penumpang menghubungi maskapai masing-masing dan memeriksa status penerbangan sebelum menuju bandara di tengah laporan gangguan lalu lintas udara. Dalam imbauan awal tersebut, pihak bandara tidak menjelaskan penyebab gangguan.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi juga meminta warga negara Arab Saudi yang melakukan perjalanan ke kerajaan tersebut untuk menghubungi kedutaan setempat jika rencana perjalanan mereka terganggu akibat serangan.
Setelah laporan mengenai serangan terbaru muncul, Presiden Amerika Serikat Donald Trump ditanya wartawan di luar Gedung Putih apakah Washington berencana bergabung dalam serangan Arab Saudi terhadap Houthi.
"Mungkin. Kami akan melihatnya. Kami baru mengetahui serangan terbaru tersebut, jadi kami akan mengambil keputusan. Kami bergerak sangat cepat," kata Trump.
Baca juga: Koalisi Saudi Klaim Hancurkan 136 Target Militer Houthi di Yaman