Ilustrasi - Aktivitas Gunung Anak Krakatau saat masa-masa erupsi September 2026. ANTARA/HO PVMBG
Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau ke Arah Utara dan Barat Laut
Lukman Diah Sari • 9 October 2026 18:22
Jakarta: Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, erupsi pada Jumat sore, 9 Oktober 2026, dengan meluncurkan kolom abu setinggi 250 meter di atas puncak. Erupsi gunung api yang berada di perairan Selat Sunda tersebut tercatat terjadi pada pukul 16.17 WIB.
"Kolom abu teramati berwarna kelabu, cokelat, hingga hitam dengan intensitas tebal yang condong bergerak ke arah utara dan barat laut," kata Kepala Badan Geologi Lana Saria dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 9 Oktober 2026, melansir Antara.
Baca Juga :
CGunung Anak Krakatau Kembali Erupsi 36 Detik
Ia menambahkan bahwa durasi erupsi Gunung Anak Krakatau sementara ini tercatat berlangsung sekitar 3 menit 46 detik, dan aktivitas erupsi masih terus berlangsung saat laporan disusun. Saat ini tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau masih ditetapkan berada pada tingkat pemantauan Status Level II atau Waspada.

Arsip - Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan. ANTARA/Riadi Gunawan
Seiring dengan status tersebut, Badan Geologi mengeluarkan rekomendasi keselamatan bagi masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki di kawasan Selat Sunda. Masyarakat dan wisatawan diimbau tegas untuk tidak mendekati atau melakukan aktivitas apa pun dalam radius dua kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau guna mengantisipasi bahaya lontaran material vulkanik.
"Pemantauan kawah dan aktivitas seismik Gunung Anak Krakatau terus dilakukan secara berkelanjutan untuk menjamin keselamatan warga di kawasan pesisir Selat Sunda," jelas dia.