Kepala Bakom RI Qodari. Foto: Istimewa
Bakom: Jumlah SPPG Bersertifikat Meningkat, Kualitas MBG Membaik
Gabriella Thesa Widiari • 13 May 2026 16:45
Jakarta: Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari mengatakan, kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin membaik. Hal ini seiring dengan peningkatan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memiliki Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS).
"Kita patut syukuri bahwa peningkatan jumlah SLHS pada satu sisi memang kita lihat telah mampu meningkatkan kualitas pangan, sehingga kejadian-kejadian (insiden keamanan pangan) yang tidak diinginkan sudah jauh berkurang dibandingkan dengan puncaknya pada Agustus dan September tahun 2025," ujar Qodari, dilansir dari Antara, Rabu, 13 Mei 2026.
Dia menegaskan, pemerintah berkomitmen terus memperbaiki kualitas program MBG. Perbaikan itu dilakukan oleh internal Badan Gizi Nasional (BGN) dengan dukungan dari kementerian/Lembaga lainnya di tingkat pusat dan daerah.
"Di tingkat pusat, pemerintah telah membentuk satuan tugas di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Pangan untuk menyatukan berbagai macam elemen badan-badan atau kementerian/lembaga yang terlibat dalam MBG," katanya.
Dia menambahkan, sebanyak 1.738 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ditangguhkan atau suspend per 12 Mei 2026 sebagai langkah perbaikan tata kelola MBG. Selain itu juga mengaktifkan call center.
Sepanjang 2026, total pengaduan yang masuk di call center SAGI 127 tercatat 3.615 aduan. Pemerintah berkomitmen memperbaiki tata kelola ini secara berkala kepada publik sebagai wujud akuntabilitas atas program yang dibiayai oleh anggaran negara.
"Berdasarkan data per 12 Mei 2026 terdapat 1.738 SPPG yang diberhentikan sementara atau suspend karena tidak memenuhi standar. Selain itu, Badan Gizi Nasional (BGN) juga mengoperasikan call center SAGI 127 sebagai kanal pengaduan publik," kata Qodari.

Ilustrasi Makan Bergizi Gratis. ANTARA
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga terus mempercepat penerbitan SLHS bagi lebih dari 26.000 dapur MBG di seluruh Indonesia guna menjamin keamanan pangan nasional.
"Peningkatannya cukup signifikan, ya, akhir Maret lalu permohonan masih di bawah 10.000, namun sekarang sudah ada 26.000 lebih dapur SPPG yang terdata," kata Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes dr Then Suyanti.
Dia mengungkapkan bahwa saat ini setidaknya sampai dengan 24 April 2026, tercatat ada sebanyak 14.646 SLHS yang sudah terbit atau mencapai 81 persen dari total permohonan yang masuk.
Kemudian dari total data tersebut, sebanyak 17.807 dapur telah mengajukan permohonan, sementara sekitar 8.600 lainnya terpantau belum mengajukan SLHS.