Lapor Presiden Prabowo, Rosan Sebut Minat Investasi ke Indonesia Masih Tinggi

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani. Foto: Dok istimewa

Lapor Presiden Prabowo, Rosan Sebut Minat Investasi ke Indonesia Masih Tinggi

Eko Nordiansyah • 22 April 2026 11:20

Jakarta: Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto minat investasi ke Indonesia masih tinggi, terlepas dari gejolak geopolitik dan geoekonomi dunia imbas perang Iran.

"Terlepas dari keadaan sekarang perang, geopolitik dunia, dan geoekonomi dunia, ternyata minat dan interest mereka (pemodal asing) untuk investasi di Indonesia itu sangat tinggi, masih sangat-sangat baik, dan ini terbukti dari investasi yang masuk juga masih sesuai dengan yang kita rencanakan,” kata Rosan menjawab pertanyaan wartawan di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, dilansir dari Antara, Rabu, 22 April 2026.

Rosan lanjut menjelaskan minat investasi yang tinggi itu terlihat dari hasil lawatan luar negeri Presiden Prabowo ke beberapa negara dalam beberapa waktu terakhir, di antaranya Jepang dan Korea Selatan (Korsel). Kemudian, kucuran investasi juga mengalir dari Singapura dan Tiongkok.



(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

Lawatan Presiden bawa peluang investasi

Dari hasil lawatan luar negeri Presiden, Rosan menyampaikan potensi investasi yang dihimpun dari Jepang diyakini mendekati angka USD30 miliar. Sementara dari Korsel, potensi investasi mencapai sekitar USD10 miliar.

"Jadi ya Alhamdulillah cukup, sangat-sangat baiklah. Tiongkok juga tetap tinggi itu investasinya yang akan masuk ke kita di bidang, bersama-sama juga dengan kami. Mereka juga investasinya sangat-sangat terjaga dan sangat-sangat baik," ujar Rosan yang mengaku dia juga baru saja kembali dari Singapura dan Tiongkok.

Di tengah tren investasi yang positif itu, Presiden Prabowo pun memerintahkan Rosan untuk menjaga iklim investasi di dalam negeri agar tetap kondusif.

"Jangan sampai ada regulasi-regulasi kita yang justru menghambat, peraturan-peraturan kita yang justru menghambat. Tadi, Bapak Presiden sampaikan iklim investasi yang ada di Indonesia, kita lihat benchmarking-nya dengan negara-negara ASEAN, dengan peraturan-peraturan OECD, dan yang lain-lainnya," kata Rosan menyampaikan kembali arahan dari Presiden Prabowo.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)