Pengelompokan Rombongan Sejak di Bandara Percepat Mobilisasi Calhaj ke Hotel

Jemaah Haji asal Indonesia menuju bus setelah tiba di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, Madinah. Foto: MCH.

Pengelompokan Rombongan Sejak di Bandara Percepat Mobilisasi Calhaj ke Hotel

Akmal Fauzi • 25 April 2026 14:33

Jakarta: Pengaturan jumlah calon jemaah haji (calhaj) Indonesia di dalam bus kini sudah ditetapkan sesuai dengan skema rombongan sejak kedatangan di bandara. Langkah ini diambil untuk memastikan pelayanan lebih tertata, sekaligus menjamin kenyamanan jemaah selama menempuh perjalanan dan rangkaian ibadah di Tanah Suci.

"Kalau sejak awal rombongan sudah tertata, maka saat turun pesawat, keluar gate, hingga naik bus akan lebih tertib dan cepat,” Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara PPIH Arab Saudi, Abdul Basir, dikutip dari Media Indonesia, Sabtu, 25 April 2026. 

Saat ini, arus kedatangan jemaah haji 2026 di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, terpantau semakin padat. Dalam kondisi tersebut, jemaah sangat rawan terpisah. 

Oleh karena itu, pergerakan dalam satu rombongan yang utuh menjadi sangat krusial. Para pendamping jemaah (TPHI/TKHI) diminta berperan aktif sejak masih berada di Tanah Air untuk mengarahkan jemaah agar tidak berpencar.

"Diharapkan, saat hendak keluar dari gate bandara mereka sudah mengatur rombongannya. Sehingga saat keluar sudah urut per rombongan," ungkap Abdul.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinkronisasi antara jumlah jemaah dan kapasitas transportasi. Pihaknya berupaya agar komposisi di dalam armada bus tetap berbasis rombongan untuk mempermudah pengawasan.

"Dan kami juga menekankan kepada personel di lapangan untuk mengatur sebisa mungkin jemaah haji kita satu bis satu rombongan," sebut Abdul.

Sementara itu, Ahmad Fitria, 52, jemaah asal Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, mengaku puas dengan kesigapan petugas di bandara. Sebab, petugas dinilai sangat ramah dan waktu tempuh dari bandara ke hotel sangat cepat.

"Waktunya juga cukup singkat dalam perjalanan dari tempat istirahat di bandara sampai naik bus," kata Ahmad.

Meski kapasitas bus sebenarnya bisa menampung lebih banyak orang, ia merasa pembatasan per rombongan jauh lebih manusiawi dan nyaman bagi jemaah.

"Lebih baik sehingga kami bisa nyaman. Kendaraannya juga bagus," ujar dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)