Satu Desa di Cilacap Ajukan Permohonan Air Bersih di Awal Musim Kemarau

Ilustrasi: Petugas BPBD Kabupaten Cilacap mendistribusikan bantuan air bersih untuk warga terdampak kekeringan di Desa Bantarmangu, Kecamatan Cimanggu, Cilacap, Jawa Tengah. ANTARA/HO-BPBD Cilacap

Satu Desa di Cilacap Ajukan Permohonan Air Bersih di Awal Musim Kemarau

Silvana Febiari • 5 June 2026 14:17

Cilacap: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, mencatat baru satu desa yang mengajukan permohonan bantuan air bersih pada awal musim kemarau tahun 2026 yakni Desa Karangkemiri.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap Taryo mengatakan permohonan tersebut telah diterima. Namun, kondisi di lapangan dinilai belum mendesak sehingga pengajuan tersebut lebih bersifat antisipatif.

"Baru ada satu desa yang mengajukan permohonan bantuan air bersih yaitu Desa Karangkemiri, Kecamatan Jeruklegi," katanya, dilansir dari Antara, Jumat, 5 Juni 2026. 
 


Menurut dia, Desa Karangkemiri merupakan salah satu wilayah yang hampir setiap tahun mengajukan bantuan distribusi air bersih saat memasuki musim kemarau. Pemerintah desa memilih mengajukan permohonan lebih awal.

Kendati demikian, BPBD Cilacap belum dapat memastikan kebutuhan distribusi air bersih. Sebab, masih akan melakukan komunikasi dengan pemerintah desa dan survei lapangan untuk mengetahui kondisi sebenarnya.

"Kami akan berkoordinasi dengan kepala desa terkait kondisi di lapangan dan aspek teknisnya. Desa Karangkemiri memang rutin setiap tahun menerima distribusi bantuan air bersih," ungkapnya.

Hingga saat ini, BPBD belum menerima laporan maupun permohonan bantuan air bersih dari desa-desa lain yang biasanya terdampak kekeringan pada musim kemarau. Bahkan Desa Bojong, Kecamatan Kawunganten, yang selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah yang lebih awal mengalami kekurangan air bersih saat kemarau, hingga kini belum mengajukan permohonan bantuan.

"Untuk Bojong belum ada laporan. Mungkin kondisinya sejauh ini masih aman," ujarnya.


Ilustrasi - Kekeringan. (ANTARA/Raisan Al Farisi/dok)


Menurut dia, belum adanya permohonan dari sejumlah wilayah rawan kekeringan menunjukkan kondisi ketersediaan air bersih di Cilacap masih relatif terkendali, meskipun sebagian wilayah mulai memasuki musim kemarau.

Meskipun demikian, BPBD Cilacap tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi cuaca dan potensi kekeringan di sejumlah kecamatan yang selama ini menjadi langganan kekurangan air bersih saat musim kemarau.

Selain itu, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa. Koordinasi ini guna mengantisipasi kemungkinan meningkatnya kebutuhan air bersih apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang.

Taryo mengimbau pemerintah desa segera melaporkan apabila mulai terjadi kesulitan memperoleh air bersih agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

(Silvana Febiari)