9 Penerbangan di Bandara YIA Batal Terdampak Anak Krakatau

Bandara YIA. Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim

9 Penerbangan di Bandara YIA Batal Terdampak Anak Krakatau

Ahmad Mustaqim • 6 September 2026 17:43

Yogyakarta: Otoritas Bandara Internasional Yogyakarta (Yogyakarta International Airport/YIA) mengonfirmasi pembatalan sembilan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu, 6 September 2026. Selain pembatalan, sejumlah jadwal penerbangan juga tercatat mengalami keterlambatan (delay).

"Saat ini perkembangan di Bandara YIA hari ini hingga pukul 10.30 WIB terdapat sembilan pembatalan penerbangan dengan rute Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, dan satu penerbangan delay rute Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang," ujar General Manager Bandara YIA, Muhammad Thamrin, Minggu, 6 September 2026.

Thamrin merinci, seluruh rute penerbangan yang dibatalkan tersebut merupakan tujuan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Sementara itu, satu penerbangan menuju Bandara SMB II Palembang mengalami penundaan jadwal.

Ia menjelaskan, kebijakan darurat ini terpaksa diambil karena partikel abu vulkanik berpotensi membahayakan komponen mesin pesawat. Oleh karena itu, kondisi atmosfer dan keamanan ruang udara menjadi pertimbangan mutlak bagi keselamatan operasional maskapai.

Bagi para calon penumpang yang terdampak, Thamrin mengimbau agar secara aktif memantau status penerbangan melalui maskapai masing-masing. Informasi dan bantuan layanan juga dapat diakses melalui pusat panggilan (contact center) InJourney Airports 172.

"YIA akan terus melakukan pembaruan informasi dan memastikan fasilitas serta layanan kepada pengguna jasa bandara di YIA tetap aman dan nyaman," kata Thamrin.

Ilustrasi-Penumpang terdampak penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu, 6 September 2026. Metrotvnews.com/ Hendrik Simorangkir.

Pihak pengelola bandara juga memastikan bahwa jadwal penerbangan yang dibatalkan akan dijadwalkan ulang pada waktu yang lebih aman dan kondusif. Selain itu, penumpang yang mendesak untuk segera berangkat atau ingin beralih menggunakan moda transportasi darat dapat mengajukan pengembalian dana (refund) tiket sesuai ketentuan masing-masing maskapai.

"Untuk kondisi tertentu, semisal penumpang perlu segera berangkat atau berganti moda transportasi, bisa dilakukan refund tiket yang dibatalkan penerbangannya, tetapi itu tergantung kebijakan maskapai," tambahnya.

Otoritas YIA menegaskan akan terus memantau dinamika situasi terkini serta berkoordinasi intensif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Perum LPPNPI (AirNav Indonesia).

"Informasi mengenai kondisi operasional bandara telah disampaikan melalui media sosial resmi YIA. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin terjadi, dan terima kasih atas kerja sama seluruh pengguna jasa," pungkasnya.

(Lukman Diah Sari)