BNPB: Helikopter Terbang 15 Jam Semai Garam Bikin Hujan Buatan di Jambi

Asap membubung di lahan gambut yang terbakar di Sungai Gelam, Muaro Jambi, Jambi, Kamis (3 September 2026). Foto: Antara.

BNPB: Helikopter Terbang 15 Jam Semai Garam Bikin Hujan Buatan di Jambi

Anggi Tondi Martaon • 4 September 2026 10:28

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memaksimalkan helikopter untuk memadamkan lahan terbakar di Provinsi Jambi. Helikopter tersebut merampungkan 15 jam 32 menit waktu penerbangan untuk menyemai 8.000 kilogram garam Natrium Klorida (NaCl).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan penerbangan dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) itu dilaksanakan intensif sebanyak delapan sortie. Penerbangan dilakukan pada 26 Agustus - 2 September 2026.

"Operasi modifikasi cuaca di Jambi telah berlangsung delapan sortie dengan total waktu penerbangan 15 jam 32 menit menggunakan 8.000 kilogram NaCl," kata Berton dikutip dari Antara, Jumat, 4 September 2026.

Berton menjelaskan penyiraman air dari udara dan penyemaian garam merupakan upaya untuk mengatasi kebakaran lahan. Sebab, akumulasi luas lahan terbakar di Jambi hingga Kamis, 3 September 2026, telah mencapai 1.879,31 hektare. Mayoritas lahan yang terbakar yaitu gambut yang sulit dijangkau.

Hasil pemantauan BNPB mencatat terdapat 182 titik panas dan 20 titik api yang tersebar di wilayah Jambi. Dari estimasi 47,5 hektare area yang terbakar, tim gabungan baru berhasil memadamkan 37 hektare melalui gabungan operasi darat dan water bombing.

Berton menjelaskan, petugas di lapangan menghadapi sejumlah tantangan, termasuk masih minimnya keberadaan awan potensial di Jambi. Sehingga keberhasilan operasi modifikasi cuaca ini untuk mendatangkan hujan masih terbatas.

Ilustrasi petugas menyemai garam saat melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC). Foto: Antara.

"Kondisi cuaca menjadi salah satu tantangan dalam mendukung upaya penanganan karhutla. Berdasarkan hasil pemantauan BMKG, hingga 10 September 2026 diperkirakan belum terdapat pertumbuhan awan," ujar Berton.

Oleh karena itu tim satuan tugas pemadaman darat Jambi diminta untuk terus bekerja. Mulai dari melakukan penyiraman, patroli lapangan, membuat sekat bakar untuk mendukung percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah itu.

(Anggi Tondi)